BGN Tutup 1.300 Dapur MBG Tak Sesuai Standar, Pengawasan Daerah Diperketat
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 17 Agu 2026, 20.03

Sudaryono menegaskan penegakan standar dilakukan tanpa mempertimbangkan siapa pengelola maupun pemilik SPPG. Menurutnya, kepatuhan terhadap sistem menjadi dasar utama untuk menentukan apakah sebuah dapur dapat terus beroperasi.
“Saya sudah menutup mungkin 800 tambah kemarin saya sudah menutup 500, jadi sudah 1.300 saya tutup selama tiga minggu saya jadi kepala BGN,” kata Sudaryono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2026).
“Saya nggak peduli itu SPPG-nya misalnya apa punya siapa saya nggak lihat, saya lihat sistem. Manakala tidak memenuhi standar di sistem saya, maka dengan berat hati harus saya tutup permanen,” tegasnya.
Pejabat BGN Wajib Turun ke Daerah
Selain melakukan penertiban SPPG, BGN memperkuat pengawasan pelaksanaan MBG dengan menempatkan pejabat eselon I dan eselon II sebagai penanggung jawab wilayah.
Para pejabat tersebut diwajibkan berada di lapangan selama tiga bulan dan tidak berada di Jakarta kecuali memperoleh izin Kepala BGN.
“Jadi, selama tiga bulan ini, eselon I dan eselon II yang terbagi menjadi penanggung jawab tadi wajib berada di lapangan,” ujar Sudaryono.
BGN telah menerbitkan surat keputusan yang membagi pejabat berdasarkan wilayah tanggung jawab masing-masing. Mereka tetap menjalankan tugas pokok pada unit kerjanya, tetapi sekaligus bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan MBG pada provinsi yang ditetapkan.
“Jadi dia punya tugas pokok sebagai, misalnya, deputi bidang, dia mengerjakan tugasnya sebagai deputi, tapi dia punya tanggung jawab satu provinsi, misalnya Daerah Istimewa Yogyakarta,” katanya.
Masalah MBG di Daerah Jadi Tanggung Jawab Pejabat Pusat
Menurut Sudaryono, skema tersebut dirancang agar setiap persoalan MBG di daerah memiliki penanggung jawab yang jelas dan dapat segera ditangani.
“Jadi apa pun yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta terkait MBG, itu menjadi tanggung jawab dia,” ujarnya.
Pejabat yang ditugaskan juga berfungsi sebagai penghubung langsung antara BGN pusat dengan pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Ini adalah orang pusat yang ditugaskan ke daerah,” kata Sudaryono.
Penutupan sekitar 1.300 dapur dan penempatan pejabat BGN di daerah menjadi bagian dari penguatan pengawasan program MBG. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memastikan setiap SPPG menjalankan operasional sesuai standar sehingga makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat memenuhi persyaratan yang ditetapkan BGN.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
