BNPB Distribusikan 954 Ton Bantuan Logistik untuk NTT
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 24 Agu 2026, 00.29

JAKARTA, 23 AGUSTUS 2026 — BNPB mendistribusikan 954.438 kilogram atau sekitar 954 ton bantuan logistik dari Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo dan Maumere. Distribusi berlangsung sejak 15 hingga 22 Agustus untuk membantu masyarakat terdampak gempa NTT.
Pos tersebut menerima total 1.541.450 kilogram bantuan dari 72 donatur sejak 15 Agustus. Muatan mencakup pangan, kebutuhan kesehatan, perlengkapan bayi dan kebersihan, serta sarana tempat tinggal sementara.
Pengiriman Udara dan Laut
Sebanyak 354.438 kilogram bantuan dikirim melalui 28 sortie pesawat Hercules TNI AU, sedangkan 600.000 kilogram dikirim dengan 40 sortie pesawat kargo komersial. BNPB juga menyiapkan 146.771 kilogram bantuan untuk pengiriman melalui KRI Semarang-594.
Pengiriman laut menggunakan 16 truk dijadwalkan menuju Labuan Bajo. BNPB berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, kementerian, BUMN, dunia usaha, dan organisasi kemanusiaan untuk melanjutkan distribusi.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Narasi Kepala BPKP Dikaitkan Perkara Lain Perlu Diuji dengan Fakta
JAKARTA, 8 SEPTEMBER 2026 — Munculnya narasi di media sosial yang mengaitkan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh dengan perkara yang berkaitan dengan Febrie Adriansyah, d

BMKG Pantau Erupsi Anak Krakatau 24 Jam, Warga Diimbau Tetap Waspada
JAKARTA, 6 SEPTEMBER 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap atmosfer, penerban

YPPI Tegaskan Masyarakat Adat Miliki Peran Sangat Strategis dalam Pembangunan
JAKARTA, 5 SEPTEMBER 2026 — Masyarakat adat merupakan bagian penting dari keberagaman sekaligus masa depan bangsa Indonesia. Tidak hanya memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal, masyarakat adat juga mempuny
