BOBIBOS Masuk Radar ESDM, Bahan Bakar dari Jerami Siap Uji Resmi untuk Tekan Impor BBM
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 27 Jul 2026, 19.33

JAKARTA — Inovasi bahan bakar alternatif Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia Bos (BOBIBOS) mulai dilirik pemerintah sebagai solusi energi di tengah ancaman krisis global. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi lampu hijau bagi BOBIBOS untuk memasuki tahap uji jalan resmi setelah audiensi pada Senin (13/4/2026), sebagai langkah awal menuju pengembangan energi substitusi berbasis sumber daya lokal.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan pemerintah menyambut positif inovasi tersebut sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak. “Ini bisa menjadi salah satu solusi. Nanti akan dilakukan uji pada kendaraan mobil dan motor, kita fokuskan di sana,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tim teknis akan segera dibentuk untuk mempersiapkan pengujian bersama pihak pengembang.
Untuk mempercepat proses, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad ditunjuk memimpin tim teknis yang akan bekerja sama dengan perwakilan BOBIBOS. Audiensi tersebut juga dihadiri Kepala Balai Besar Pengujian Migas (LEMIGAS) Halim Sariwardana, Direktur Bioenergi Edi Wibowo, serta perwakilan Ditjen EBTKE Eniya Listiani Dewi.
Dari sisi pengembang, Founder BOBIBOS Iklas Thamrin mengklaim bahan bakar tersebut telah melalui serangkaian uji internal dengan hasil positif. “Kami sudah tes jalan di berbagai merek motor, mobil, diesel, bahkan truk. Emisinya nol dan lebih irit,” ujarnya dalam pemaparan. Ia menyebut BOBIBOS dirancang sebagai bahan bakar ramah lingkungan dengan efisiensi lebih tinggi dibandingkan bahan bakar konvensional.
Sementara itu, Pembina BOBIBOS Mulyadi menjelaskan bahwa inovasi ini berbasis limbah jerami, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. “Dengan hadirnya BOBIBOS, petani bisa tersenyum dua kali. Saat panen menghasilkan beras, setelah panen jeraminya pun bernilai ekonomi,” katanya. Pemanfaatan jerami diharapkan dapat mengurangi praktik pembakaran lahan yang berdampak pada pencemaran udara.
Dalam konteks energi nasional, Indonesia masih menghadapi ketergantungan tinggi terhadap impor BBM, di tengah konsumsi yang terus meningkat. Pemerintah selama ini mendorong pengembangan energi alternatif seperti biodiesel dan bioetanol, namun inovasi berbasis limbah pertanian dinilai membuka peluang baru dalam diversifikasi energi sekaligus pemberdayaan sektor pertanian.
Dari sisi dampak, pengembangan BOBIBOS berpotensi menekan impor BBM, menciptakan lapangan kerja baru di sektor pengolahan biomassa, serta meningkatkan pendapatan petani. Selain itu, penggunaan bahan bakar berbasis limbah organik berpotensi mengurangi emisi dan polusi udara. Namun, efektivitasnya masih bergantung pada hasil uji resmi, kesiapan produksi massal, serta kepastian regulasi.
Pemerintah menegaskan bahwa tahapan selanjutnya mencakup uji coba pada kendaraan, evaluasi teknis oleh lembaga terkait, serta pemenuhan izin lintas kementerian sebelum dapat dikomersialisasikan. Dengan dimulainya proses ini, BOBIBOS diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif energi nasional yang kompetitif dan berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Bank Mandiri Klarifikasi Pemblokiran Rekening AMPB Tegaskan Kepatuhan Prosedur Hukum dan Layanan Nasabah
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pemblokiran rekening milik koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M
