BPS: Program MBG dan Koperasi Desa Dongkrak Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 14 Sep 2026, 02.46

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), didorong oleh berbagai program pemerintah, termasuk pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes). Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Amalia menjelaskan, kontribusi program-program tersebut tercermin dari kinerja sektor konstruksi yang tumbuh 5,49 persen (yoy). “Konstruksi tumbuh menguat sejalan dengan meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur fisik yang didorong oleh meningkatnya realisasi anggaran belanja modal pemerintah, serta aktivitas swasta, salah satunya karena bertambahnya jumlah SPPG dan juga Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Amalia.
Ia menambahkan, pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG berlangsung masif sepanjang awal tahun. Hingga Maret 2026, tercatat tambahan 6.737 unit SPPG dibandingkan posisi Desember 2025. “Investasi SPPG ini kami rekam dalam belanja modal, baik untuk pembangunan dapur, penyediaan alat-alat dapur, serta alat modal lainnya,” katanya.
Selain sektor konstruksi, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh lonjakan konsumsi pemerintah yang mencapai 21,81 persen (yoy), tertinggi dalam lima tahun terakhir. Amalia menyebut kenaikan ini dipicu oleh realisasi belanja pegawai seperti pembayaran tunjangan hari raya (THR), gaji ke-14, penambahan aparatur sipil negara (ASN), serta percepatan pembayaran tunjangan tenaga pendidik. “Pertumbuhan konsumsi pemerintah pada kuartal ini merupakan yang paling tinggi dalam lima tahun terakhir,” ujarnya.
Secara historis, capaian pertumbuhan 5,61 persen ini menjadi yang tertinggi untuk periode kuartal I sejak 2021 dan meningkat dibandingkan kuartal I 2025 yang sebesar 4,87 persen (yoy). Selain program MBG dan Kopdes, proyek strategis lain seperti pembangunan MRT, infrastruktur konektivitas, serta program swasembada pangan turut memperkuat komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB).
Dari sisi dampak, peningkatan aktivitas pembangunan dan belanja pemerintah dinilai mendorong penciptaan lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mempercepat perputaran ekonomi di daerah. Program MBG dan Kopdes juga berpotensi memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa, sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Ke depan, pemerintah akan melanjutkan percepatan realisasi belanja modal dan pengembangan program strategis nasional guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap stabil di tengah tantangan global, termasuk melalui ekspansi infrastruktur dan penguatan sektor riil.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
