Cadangan Devisa Indonesia Tetap Kuat, Februari 2026 Capai 151,9 Miliar Dolar AS
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 28 Agu 2026, 08.40

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2026 tetap berada pada level tinggi sebesar 151,9 miliar dolar AS. Meski sedikit menurun dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 154,6 miliar dolar AS, kondisi tersebut dinilai masih sangat kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Bank Indonesia menjelaskan perubahan posisi cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah yang telah jatuh tempo serta langkah stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
Selain itu, pemerintah juga melakukan penarikan pinjaman luar negeri guna mendukung pembiayaan berbagai program pembangunan nasional.
Cadangan Devisa Masih Jauh di Atas Standar Internasional
BI menegaskan bahwa level cadangan devisa saat ini masih jauh di atas standar kecukupan internasional.
Dengan nilai 151,9 miliar dolar AS, cadangan devisa Indonesia setara dengan 6,1 bulan pembiayaan impor, atau sekitar 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Sebagai perbandingan, standar kecukupan internasional umumnya hanya berada pada kisaran 3 bulan pembiayaan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” demikian keterangan resmi Bank Indonesia.
Bukti Ketahanan Ekonomi Nasional
Kuatnya cadangan devisa menjadi salah satu indikator penting ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global, termasuk gejolak pasar keuangan internasional.
Cadangan devisa juga berperan sebagai bantalan ekonomi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mendukung aktivitas perdagangan internasional, serta memberikan kepercayaan bagi investor terhadap perekonomian nasional.
Prospek Ekonomi Dinilai Tetap Positif
Bank Indonesia optimistis ketahanan ekonomi Indonesia akan tetap terjaga ke depan. Optimisme tersebut didukung oleh prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil serta daya tarik investasi Indonesia yang masih tinggi di mata investor global.
Dengan cadangan devisa yang memadai, Indonesia dinilai memiliki kemampuan yang cukup kuat untuk menghadapi berbagai tekanan ekonomi dari luar negeri sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan domestik.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
