Dua ABK KM Mitra Jaya Hilang Setelah Kapal Tenggelam di Perairan Tanjung Api, TNI AL Kerahkan Tim Pencarian
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 1 Agu 2026, 02.13

ASAHAN – TNI Angkatan Laut melalui Pos Binpotmar Kualuh Leidong Posal Berombang, Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Asahan (TBA), bergerak cepat menindaklanjuti tenggelamnya kapal ikan KM Mitra Jaya di Perairan Tanjung Api, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Rabu (3/6). Dari total 23 anak buah kapal (ABK), sebanyak 21 orang berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
Berdasarkan data yang dihimpun, KM Mitra Jaya yang dinakhodai Kahwi berangkat dari Tangkahan Tanjung Leidong menuju Perairan Tanjung Api pada Selasa dini hari sekitar pukul 04.00 WIB untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan alat tangkap jenis pukat teri.
Insiden terjadi sekitar pukul 19.00 WIB ketika kapal mengalami kebocoran pada bagian buritan. Salah seorang ABK yang selamat, Mul, menjelaskan bahwa seluruh awak kapal berupaya menyelamatkan kapal dengan menggunakan pompa Alkon untuk menguras air yang masuk ke lambung kapal.
“Seluruh ABK berusaha menguras air yang masuk menggunakan pompa Alkon, namun debit air yang masuk semakin besar sehingga kapal tidak dapat diselamatkan,” ujar Mul.
Menurut keterangan yang diperoleh, upaya penyelamatan tersebut hanya mampu bertahan sekitar 15 menit sebelum kapal akhirnya karam. Para ABK kemudian berupaya menyelamatkan diri di tengah kondisi darurat di perairan.
Dua korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang adalah Kahwi (60), nahkoda kapal, dan Jamil (47), ABK KM Mitra Jaya. Keduanya merupakan warga Tanjung Leidong, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan melalui unsur Posal Berombang menyatakan bahwa operasi pencarian terus dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi terkait. Personel Lanal TBA saat ini bekerja sama dengan Polairud Leidong, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Leidong, serta nelayan setempat untuk menyisir lokasi kejadian dan area sekitarnya.
“Koordinasi dengan seluruh unsur terkait terus dilakukan guna mempercepat pencarian korban yang masih hilang serta memastikan proses penyelamatan berjalan optimal,” demikian keterangan yang disampaikan dalam operasi pencarian.
Selain mengerahkan personel di lapangan, Lanal TBA juga telah berkoordinasi dengan Pos SAR Tanjungbalai Asahan untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan. Sinergi antarlembaga tersebut diharapkan dapat memperluas area pencarian dan meningkatkan peluang menemukan kedua korban.
Perairan di wilayah pantai timur Sumatera Utara merupakan salah satu jalur aktivitas nelayan yang cukup padat. Kapal-kapal penangkap ikan tradisional maupun skala menengah rutin beroperasi di kawasan tersebut untuk memenuhi kebutuhan perikanan lokal dan regional. Faktor cuaca, kondisi kapal, serta keselamatan pelayaran menjadi aspek penting yang terus mendapat perhatian guna mencegah terjadinya kecelakaan laut.
Peristiwa tenggelamnya KM Mitra Jaya kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kelayakan kapal, kesiapan alat keselamatan, serta sistem mitigasi darurat bagi para nelayan yang beraktivitas di laut. Selain berdampak pada keselamatan jiwa, insiden semacam ini juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi keluarga nelayan yang bergantung pada hasil tangkapan laut.
Hingga saat ini, TNI AL melalui Lanal Tanjung Balai Asahan menegaskan komitmennya untuk terus mengerahkan kemampuan terbaik dalam operasi pencarian. Pemerintah daerah dan instansi terkait juga terus berkoordinasi guna memberikan dukungan kepada keluarga korban serta memastikan proses pencarian berlangsung hingga kedua korban ditemukan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
