Jembatan Modular 30 Meter di Gunungsitoli Mulai Dicor Buka Akses Aman bagi Pelajar dan Warga
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 7 Agu 2026, 20.07

Jembatan tersebut nantinya menghubungkan Desa Lolomoyo Tuhemberua dengan Desa Lolowonu Niko'otano melalui jalur strategis antardesa. Infrastruktur itu diharapkan menyediakan akses penyeberangan yang lebih aman, terutama bagi pelajar, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.
Pengerjaan pengecoran abutmen dilakukan personel gabungan bersama masyarakat pada Rabu (5/8/2026). Sejumlah alat berat dan peralatan konstruksi turut dikerahkan untuk mendukung pekerjaan agar berjalan sesuai target.
TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan
Pembangunan melibatkan personel Yon TP 903/Baluseda, Yon TP 905/TS, Yonzipur 1/DD, serta Babinsa Koramil 01/Gunungsitoli Kodim 0213/Nias bersama masyarakat setempat.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy, S.I.P., mengatakan pembangunan jembatan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga memberikan akses yang lebih aman dan layak bagi masyarakat.
"Pembangunan jembatan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka akses yang lebih aman dan layak bagi masyarakat," ujar Kolonel Inf Sandy.
Menurutnya, pembangunan tersebut diharapkan mendukung akses pendidikan, mobilitas masyarakat, dan aktivitas perekonomian antardesa.
"Melalui program pembangunan infrastruktur yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, TNI ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam mendukung akses pendidikan, mobilitas warga, dan pertumbuhan ekonomi di daerah," katanya.
Pelajar Diharapkan Tak Lagi Kesulitan Menyeberang
Keberadaan jembatan modular menjadi penting karena masyarakat selama ini menghadapi keterbatasan akses saat menyeberangi sungai. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap perjalanan pelajar menuju sekolah.
Setelah selesai, jembatan sepanjang 30 meter itu diharapkan menciptakan jalur antardesa yang lebih aman sekaligus mempercepat masyarakat memperoleh akses pendidikan dan pelayanan publik.
Konektivitas yang semakin baik juga diharapkan memperlancar pengangkutan hasil produksi dan aktivitas ekonomi masyarakat antara Desa Lolomoyo Tuhemberua dan Desa Lolowonu Niko'otano.
Pengerjaan akan terus dilanjutkan secara bertahap setelah pengecoran abutmen. Melalui kolaborasi TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat diselesaikan sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan warga Gunungsitoli Barat.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
