Kemenkes Apresiasi Penguatan Program Skrining TB dan Cek Kesehatan Gratis di Jakarta
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 3 Sep 2026, 17.51

JAKARTA, 23 AGUSTUS 2026 — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengapresiasi terobosan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam menggencarkan program pelacakan (tracking) kasus Tuberkulosis (TB) dan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) berbasis komunitas hingga tingkat Rukun Warga (RW), Jumat (21/8/2026). Program jemput bola ini dinilai efektif dalam memperluas akses layanan preventif dan mendeteksi dini penyakit menular di tengah masyarakat perkotaan.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung pelaksanaan skrining kesehatan warga di kawasan Jalan Pramuka Sari V RW 05, Kelurahan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pihaknya menegaskan pentingnya integrasi pelacakan kontak erat keluarga guna memutus rantai penularan TBC secara berkelanjutan.
Pemanfaatan Teknologi Radiografi Portabel Remedi
Dalam peninjauan tersebut, Kemenkes turut memeriksa pemanfaatan inovasi alat Remedi, yakni sistem radiografi digital (X-Ray) portabel dan seluler berkualitas tinggi untuk pemeriksaan paru serta abdomen. Desain alat yang minimalis memungkinkan tenaga medis membawa fasilitas rontgen langsung ke permukiman padat dan rumah warga. Teknologi ini memangkas waktu tunggu hasil rontgen sehingga pasien terindikasi dapat segera menerima penanganan medis yang tepat.
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Eric PZ Lumbun, menyatakan bahwa jajaran pemerintah kota menyambut positif penerapan perangkat rontgen portabel ini untuk memperkuat layanan primer. Pihaknya kini mempersiapkan skema distribusi unit alat Remedi agar dapat disiagakan secara merata di seluruh Puskesmas Kecamatan di wilayah Jakarta Pusat.
Pemeriksaan Dini dan Komitmen Jakarta Bebas TB
Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengimbau masyarakat yang mengalami gejala batuk berkepanjangan untuk tidak ragu memeriksakan diri pada posko layanan CKG terdekat. Penyakit tuberkulosis dapat disembuhkan secara total apabila pasien disiplin menjalani masa pengobatan rutin serta menjaga asupan gizi seimbang.
Sinergi antara Kemenkes RI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui perluasan deteksi aktif di tingkat RW ini ditargetkan mampu mewujudkan Jakarta bebas TB. Langkah terstruktur ini sekaligus menjadi model penguatan sistem ketahanan kesehatan masyarakat berbasis wilayah.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Narasi Kepala BPKP Dikaitkan Perkara Lain Perlu Diuji dengan Fakta
JAKARTA, 8 SEPTEMBER 2026 — Munculnya narasi di media sosial yang mengaitkan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh dengan perkara yang berkaitan dengan Febrie Adriansyah, d

BMKG Pantau Erupsi Anak Krakatau 24 Jam, Warga Diimbau Tetap Waspada
JAKARTA, 6 SEPTEMBER 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap atmosfer, penerban

YPPI Tegaskan Masyarakat Adat Miliki Peran Sangat Strategis dalam Pembangunan
JAKARTA, 5 SEPTEMBER 2026 — Masyarakat adat merupakan bagian penting dari keberagaman sekaligus masa depan bangsa Indonesia. Tidak hanya memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal, masyarakat adat juga mempuny
