Kemhan Sesuaikan Program SPPI, Latihan Kini Berfokus pada Bela Negara dan Manajerial
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 15 Agu 2026, 15.53

JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan penyesuaian terhadap program pembekalan bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Program yang sebelumnya menggunakan skema latihan dasar kemiliteran (latsarmil) kini diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.
Perubahan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut evaluasi menyeluruh yang diperintahkan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dengan tujuan menghadirkan metode pembelajaran yang lebih adaptif, aman, dan sesuai dengan kebutuhan para calon pengelola koperasi.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa penyesuaian dilakukan baik dari sisi terminologi maupun substansi pelatihan.
"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan latsarmil lagi," ujarnya.
Melalui skema baru tersebut, berbagai materi yang bersifat teknis dan taktis kemiliteran dikurangi, termasuk kegiatan menembak yang tidak lagi menjadi bagian dari program pembelajaran. Sebaliknya, materi pelatihan akan lebih difokuskan pada pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kemampuan manajerial yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempersiapkan para peserta menjadi pengelola koperasi yang profesional, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu mengelola organisasi dan pelayanan masyarakat secara efektif.
Selain penyesuaian materi, Kemhan juga memperkuat aspek keselamatan peserta melalui evaluasi menyeluruh terhadap standar kesehatan selama proses pelatihan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih komprehensif sehingga intensitas kegiatan fisik dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, sebelumnya menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan atas arahan langsung Menteri Pertahanan agar proses pendidikan berjalan lebih aman tanpa mengurangi tujuan pembentukan karakter.
Selain aspek kesehatan, metode pembelajaran juga diperbarui agar lebih edukatif dan memperhatikan kondisi psikologis peserta. Materi akan dikemas dengan pendekatan yang lebih membangun semangat kerja sama, kemampuan memecahkan masalah (problem solving), komunikasi, dan kepemimpinan melalui suasana belajar yang lebih positif.
Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan program penguatan kapasitas bagi calon pengelola Koperasi Merah Putih tetap berjalan optimal, sekaligus menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki integritas, disiplin, wawasan kebangsaan, dan kemampuan manajerial dalam mendukung pengelolaan koperasi sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kawasan pesisir.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
