Kepri Salurkan MBG ke 503 Ribu Penerima Manfaat, Pemerintah Perkuat Distribusi dan Stabilitas Pangan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.56

Tanjungpinang — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga awal Februari 2026, realisasi penyaluran MBG di Kepri telah mencapai 80 persen, dengan total 503 ribu penerima manfaat yang dilayani melalui 199 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Capaian ini menempatkan Kepri sebagai salah satu provinsi dengan progres tercepat dalam implementasi program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Pemprov Kepri Dorong Sinergi Antarwilayah Perluas Jangkauan MBG
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong perluasan jangkauan penerima manfaat melalui koordinasi lintas wilayah.
Menurutnya, sinergi dengan wilayah Sumatra Barat dan Riau menjadi langkah penting untuk mempercepat pemerataan penyaluran MBG di Kepri. Upaya ini dilakukan agar seluruh masyarakat yang menjadi sasaran program dapat segera merasakan manfaatnya secara langsung.
Pemerintah Amankan Stok dan Distribusi Demi Keberlanjutan Program
Selain fokus pada perluasan jangkauan, Pemerintah Provinsi Kepri juga memberikan perhatian serius pada aspek keamanan stok dan distribusi bahan pangan. Langkah ini diambil untuk memastikan program MBG berjalan berkelanjutan di lapangan sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Pemprov Kepri menjadwalkan koordinasi intensif dengan Dinas Ketahanan Pangan guna mengantisipasi potensi inflasi dan kelangkaan bahan pangan menjelang momen besar seperti Imlek dan Idul Fitri. Pendekatan ini menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berdampak pada gizi masyarakat, tetapi juga dikelola secara terintegrasi dengan kebijakan pengendalian ekonomi daerah.
Pembangunan SPPG Wilayah 3T Capai 85 Persen
Pemerintah juga memprioritaskan pemerataan akses MBG hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hingga saat ini, pembangunan SPPG di wilayah 3T Kepri telah mencapai 85 persen, sebagai bagian dari upaya memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dari program nasional ini.
Kepala SPPG Wilayah Riau, Kepri, dan Sumatra Barat, Syatiwidya, mengapresiasi Kepri sebagai wilayah dengan laju pendirian SPPG tercepat dibandingkan daerah lain. Ia optimistis seluruh target SPPG di Kepri dapat rampung 100 persen sebelum akhir tahun 2026.
Fokus Pemerintah: Pemerataan dan Keberlanjutan MBG
Dengan capaian lebih dari setengah juta penerima manfaat, fokus pemerintah kini beralih pada menjangkau masyarakat pelosok yang belum terlayani. Skema pembangunan SPPG terpencil terus disiapkan agar akses terhadap makanan bergizi dapat dirasakan secara adil di seluruh wilayah Kepri.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
