Koops TNI Habema Evakuasi Jenazah Pilot Warga AS Korban Penembakan KKB di Yahukimo
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 7 Sep 2026, 16.40

YAHUKIMO – Komando Operasi (Koops) TNI Habema mengevakuasi jenazah pilot pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin (29), yang menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Proses evakuasi dilaksanakan pada Jumat (3/7/2026) menggunakan tiga helikopter TNI sebagai bagian dari respons cepat aparat dalam menangani insiden tersebut.
Kepala Penerangan Komando Operasi TNI Habema, Letnan Kolonel Infanteri M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan segera setelah situasi di lokasi memungkinkan. Jenazah pilot langsung diterbangkan menuju Timika, Papua Tengah, untuk penanganan lebih lanjut.
"Saat ini proses evakuasi sedang berlangsung dan jenazah akan langsung diterbangkan ke Timika," ujar Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna.
Ia menambahkan, Koops TNI Habema mengerahkan tiga helikopter guna memastikan proses evakuasi berlangsung cepat dan aman mengingat kondisi medan serta situasi keamanan di lokasi kejadian.
Insiden tersebut terjadi pada Kamis (2/7/2026) ketika pesawat Pilatus dengan nomor penerbangan PK-RCY milik AMA sedang melayani penerbangan dari Wamena menuju Balinggama. Dalam perjalanan, pesawat dilaporkan diserang oleh KKB yang mengakibatkan pilot meninggal dunia serta pesawat dibakar.
Saat kejadian, pesawat mengangkut tujuh penumpang, yakni Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso. Informasi awal menyebutkan para penumpang berhasil selamat, sementara aparat masih terus melakukan pendalaman terhadap kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Serangan terhadap pesawat sipil di Papua kembali menunjukkan ancaman nyata yang ditimbulkan oleh aksi kekerasan KKB terhadap masyarakat dan pelayanan publik. Selama beberapa tahun terakhir, kelompok tersebut kerap menyasar fasilitas transportasi, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, hingga infrastruktur sipil yang menjadi urat nadi pelayanan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
Dampak dari aksi tersebut tidak hanya mengancam keselamatan penerbangan perintis yang menjadi sarana utama mobilitas masyarakat di daerah pegunungan, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta pembangunan di wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat.
Pemerintah bersama TNI dan Polri menegaskan akan terus memperkuat pengamanan di wilayah rawan guna menjamin keselamatan masyarakat dan kelancaran layanan penerbangan perintis. Aparat juga akan melakukan pengejaran terhadap pelaku penyerangan serta memperketat pengamanan objek vital dan jalur transportasi udara agar aktivitas masyarakat di Papua dapat kembali berjalan secara aman dan normal.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
