Satu Suara Bangsa

Mendes PDT Pastikan Koperasi Desa Tidak Matikan Usaha Warga

Budi Antoni

Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa

21 Mei 2026, 07.3840 dibaca

Diperbarui: 8 Agu 2026, 00.17

Mendes PDT Pastikan Koperasi Desa Tidak Matikan Usaha Warga
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Mendes PDT Pastikan Koperasi Desa Tidak Matikan Usaha Warga

JAKARTA — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, memastikan kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) tidak akan mematikan usaha masyarakat yang telah lebih dulu berjalan di desa.

Hal tersebut disampaikan Yandri dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (21/5/2026).

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan konsep agar keberadaan Kopdes justru dapat mendukung ekosistem usaha masyarakat desa, termasuk warung kecil yang sudah beroperasi.

“Contoh di Serang, Banten, yang dikhawatirkan keberadaan Kopdes mematikan warung, untuk ini, kita sudah punya konsep. Harga yang ditawarkan di Kopdes sama dengan yang di warung. Misalnya gas seharga Rp16 ribu, di Kopdes Rp16 ribu, di warung juga sama,” ujar Yandri.

Ia menjelaskan warung-warung masyarakat nantinya dapat mengambil barang dari Kopdes sehingga masyarakat tetap memiliki pilihan untuk berbelanja di warung maupun koperasi desa.

“Warung bisa mengambil di Kopdes, artinya masyarakat bisa memilih belanja di warung atau Kopdes,” katanya.

Yandri menyebut hingga saat ini sebanyak 1.061 Koperasi Desa Merah Putih telah diresmikan Presiden dan mulai beroperasi di berbagai daerah.

Pemerintah menargetkan sebanyak 30 ribu Kopdes dapat beroperasi penuh dan selesai dibangun pada Juni hingga Agustus 2026.

Menurutnya, keberadaan Kopdes diarahkan untuk memperkuat ekonomi desa dan menghadirkan pemerataan ekonomi hingga tingkat masyarakat bawah.

“Kegiatannya ekonomi desa, yang selama ini kebijakan ekonomi tidak sampai ke desa secara adil akan dibenahi melalui Kopdes. Nanti arahnya simpan pinjam dengan bunga enam persen, kalau di rentenir kan bisa 24–30 persen,” ujarnya.

Yandri juga menjelaskan saat ini Kopdes tengah membangun gerai dan gudang di bawah koordinasi Satuan Tugas Koperasi. Berbagai program pemerintah nantinya akan terintegrasi melalui Kopdes, mulai dari bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) hingga layanan pembayaran listrik.

“Di Kopdes nanti ada marginnya, jadi bagi untung,” ucapnya.

Ia menegaskan setelah proses pembangunan dan serah terima selesai, aset Kopdes akan diserahkan menjadi aset desa sehingga manfaat ekonominya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Dana desa tidak pernah dipotong di tingkat pusat, tetapi dikembalikan di unit usaha. Keuntungannya 20 persen menjadi Pendapatan Asli Desa sesuai Instruksi Presiden Nomor 17, sedangkan 80 persen lainnya kembali ke desa,” jelasnya.

Pemerintah berharap keberadaan Kopdes dapat menjadi instrumen pemerataan ekonomi desa sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan unit usaha berbasis desa.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait

Dokumentasi EKONOMI
EKONOMI23 Agu 2026 · 20.28Oleh Budi Antoni

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik

JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Baca selengkapnya
Dokumentasi EKONOMI
EKONOMI23 Agu 2026 · 14.20Oleh Budi Antoni

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes

JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M

Baca selengkapnya