Mendikti Libatkan TNI dalam Pembekalan LPDP untuk Cegah Culture Shock dan Perkuat Nasionalisme
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 13 Sep 2026, 04.24

Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan pemerintah akan melibatkan TNI dalam pembekalan penerima beasiswa LPDP guna meningkatkan kesiapan mental, disiplin, dan wawasan kebangsaan sebelum studi ke luar negeri. Kebijakan ini disampaikan pada Minggu (3/5/2026) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gegar budaya (culture shock) yang kerap dialami mahasiswa Indonesia di luar negeri.
Brian menjelaskan, pelibatan TNI bertujuan membekali penerima beasiswa dengan nilai-nilai dasar yang dibutuhkan selama menjalani pendidikan di luar negeri. “Supaya mereka tidak culture shock dan semacamnya. Termasuk disiplin. Penguatan kebangsaan juga ada,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menambahkan bahwa pembekalan tersebut juga diarahkan untuk membangun komitmen kontribusi terhadap negara setelah menyelesaikan studi. “Jadi intinya sih LPDP ini butuh muatan-muatan disiplin, kerja keras, kebangsaan,” kata Brian. “Supaya ketika belajar mereka nanti, mereka ada semangat bagaimana setelah kembali ke Indonesia bisa memberikan kontribusi yang terbaik untuk bangsa kita,” lanjutnya.
Meski demikian, Brian menegaskan bahwa kriteria personel TNI yang akan dilibatkan masih dalam tahap pembahasan. “Nanti itu belum ditentukan. Tentu dari yang pernah berpengalaman,” ujarnya.
Program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan selama ini dikenal sebagai skema beasiswa pemerintah untuk mencetak sumber daya manusia unggul melalui pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri. Sejak diluncurkan, LPDP telah mengirim ribuan mahasiswa Indonesia ke berbagai universitas dunia dengan harapan mereka kembali dan berkontribusi pada pembangunan nasional.
Rencana pelibatan TNI dalam pembekalan ini muncul di tengah evaluasi berkelanjutan terhadap program LPDP, khususnya terkait kesiapan non-akademik penerima beasiswa. Sejumlah kasus sebelumnya menunjukkan tantangan adaptasi budaya, tekanan akademik, hingga minimnya keterikatan alumni dengan agenda pembangunan nasional.
Dari sisi dampak, kebijakan ini berpotensi meningkatkan ketahanan mental dan disiplin penerima beasiswa, serta memperkuat orientasi kebangsaan. Namun, implementasinya juga memerlukan pengawasan agar tetap proporsional dan relevan dengan kebutuhan akademik serta lingkungan internasional yang beragam.
Ke depan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan merumuskan skema pembekalan secara rinci, termasuk menentukan materi pelatihan, durasi kegiatan, serta kriteria personel TNI yang terlibat. Pemerintah juga akan memastikan program ini terintegrasi dengan sistem pembinaan LPDP secara keseluruhan agar tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai secara optimal.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
