Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Lhokseumawe Capai 95 Persen, Siap Beroperasi Juli 2026
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 14 Sep 2026, 20.16

LHOKSEUMAWE – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Lhokseumawe meninjau progres pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di dua kecamatan, Selasa (9/6/2026). Hingga awal Juni, pembangunan kedua gerai tersebut telah mencapai sekitar 95 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan konstruksi berjalan sesuai rencana serta kesiapan fasilitas pendukung sebelum gerai resmi dibuka untuk melayani masyarakat. Kehadiran gerai Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari program pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Lhokseumawe menyampaikan bahwa pembangunan saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir, termasuk penataan interior, penyempurnaan fasilitas pelayanan, serta persiapan operasional.
“Secara umum progres pembangunan telah mencapai 95 persen. Saat ini kami fokus menyelesaikan pekerjaan akhir dan memastikan seluruh fasilitas siap digunakan sehingga target operasional pada Juli 2026 dapat tercapai,” ujarnya saat melakukan peninjauan lapangan.
Gerai Koperasi Merah Putih nantinya akan menjadi pusat pelayanan ekonomi masyarakat yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok serta mendukung pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Selain itu, koperasi juga diharapkan mampu menjadi sarana penguatan distribusi barang kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Pemerintah terus mendorong percepatan pembentukan dan penguatan Koperasi Merah Putih di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis desa. Program ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi, memperkuat usaha produktif, serta meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengelolaan usaha secara kolektif.
Keberadaan gerai koperasi juga diproyeksikan membuka peluang kerja baru dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, koperasi diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi anggota maupun masyarakat luas.
Selain memantau pembangunan fisik, tim Disperindagkop dan UKM juga melakukan koordinasi dengan pengurus koperasi terkait kesiapan sumber daya manusia, sistem pengelolaan usaha, dan mekanisme pelayanan kepada masyarakat setelah gerai mulai beroperasi.
Pemerintah Kota Lhokseumawe optimistis gerai Koperasi Merah Putih yang akan beroperasi pada Juli mendatang dapat menjadi contoh pengelolaan koperasi modern yang profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
