Pembangunan Infrastruktur Papua Diprioritaskan, Pemerintah Fokus Percepatan Konektivitas dan Keamanan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.56

Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Papua melalui skema perencanaan khusus guna mendukung konektivitas, ketahanan pangan, serta penguatan kawasan perbatasan.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Rachmat Pambudy, mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur dasar menjadi langkah strategis yang harus diprioritaskan. Menurutnya, sejumlah fasilitas penting seperti pelabuhan, jembatan, dan jalan penghubung perlu segera dibangun atau ditingkatkan agar distribusi logistik dan hasil produksi masyarakat tidak terhambat.
“Tanpa infrastruktur kunci, arus logistik dan hasil panen akan terganggu. Karena itu pembangunan harus dilakukan secara terintegrasi dan terencana,” ujar Rachmat dalam forum perencanaan pembangunan khusus Papua di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan, fokus pembangunan tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga mencakup wilayah perbatasan dan zona strategis. Infrastruktur pendukung pertahanan, termasuk pos keamanan pantai, dinilai penting untuk memperkuat stabilitas kawasan sekaligus menjaga kedaulatan wilayah.
Rachmat menekankan bahwa program prioritas nasional perlu diselaraskan dengan rencana pembangunan daerah. Salah satu contohnya adalah program kampung nelayan yang diharapkan menjadi bagian integral dari pengembangan wilayah Merauke dan sekitarnya.
Sementara itu, Bupati Merauke Yoseph B. Gebze menilai posisi daerahnya sebagai wilayah perbatasan sekaligus gerbang timur Indonesia menjadikan pembangunan infrastruktur dan pertahanan sebagai kebutuhan mendesak. Ia menyebutkan empat fokus pembangunan daerah, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, optimalisasi pengelolaan sumber daya alam, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta sinkronisasi kebijakan daerah dengan pemerintah pusat dan provinsi.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah pusat dan daerah akan memperkuat koordinasi teknis guna memastikan proyek prioritas dapat direalisasikan sesuai target. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan Indonesia timur sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional melalui pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
