Pemerintah Kabupaten Bogor manfaatkan pembangunan dapur makan bergizi gratis untuk penuhi gizi anak dan ciptakan lapangan kerja
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 12 Sep 2026, 00.44

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memanfaatkan pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai strategi ganda yang tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga mengatasi masalah pengangguran di wilayahnya. Melalui program ini, setiap dapur yang dibangun akan menyerap tenaga kerja hingga 50 orang, mulai dari pengelola, juru masak, hingga petugas distribusi. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menjelaskan bahwa jika target 500 dapur tercapai, akan ada potensi lapangan kerja bagi 25 ribu warga. Menurutnya, program ini bukan sekadar soal makanan, tetapi juga tentang menggerakkan ekonomi rakyat.
Hingga kini, Pemkab Bogor telah menyiapkan 270 titik lokasi calon dapur MBG yang tersebar di 40 kecamatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 titik sudah diverifikasi Badan Gizi Nasional dan siap dibangun. Dalam peresmian dapur MBG Polres Bogor di Cimandala, Rudy menegaskan bahwa pembangunan akan terus dikejar melalui kerja sama lintas sektor, melibatkan Polres, Kodim, hingga pihak swasta. Hanya pada hari peresmian tersebut, 10 dapur baru langsung ditambahkan untuk mempercepat pencapaian target.
Setiap dapur MBG dirancang melayani sekitar 3.000 porsi makanan bergizi per hari, khususnya untuk siswa sekolah dasar dan menengah. Ketentuan ini sesuai arahan Badan Gizi Nasional untuk mendukung tumbuh kembang anak serta mencegah kasus kekurangan gizi. Namun, Rudy menekankan bahwa manfaat program ini jauh lebih luas, karena bahan baku masakan diambil dari petani, pedagang, dan pelaku UMKM lokal, sehingga roda perekonomian masyarakat sekitar dapur ikut bergerak.
Dampak positif program MBG mulai terlihat, bukan hanya di sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga pada kehidupan sosial ekonomi warga. Petani mendapatkan pasar tetap untuk hasil panennya, pedagang dan pelaku usaha mikro memperoleh peningkatan permintaan, sementara warga yang direkrut sebagai pengelola dan juru masak memperoleh penghasilan tetap. Kolaborasi ini menciptakan rantai manfaat yang menyentuh banyak lapisan masyarakat, menjadikan program MBG lebih dari sekadar layanan makan gratis.
Pemkab Bogor menargetkan seluruh 500 dapur MBG dapat beroperasi penuh pada tahun 2026, mencakup seluruh desa dan kelurahan di wilayah tersebut. Rudy menegaskan bahwa keberhasilan program ini adalah hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat. Dengan semangat kolaborasi ini, Kabupaten Bogor berharap mampu menciptakan masa depan yang lebih sehat, sejahtera, dan mandiri bagi seluruh warganya.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Narasi Kepala BPKP Dikaitkan Perkara Lain Perlu Diuji dengan Fakta
JAKARTA, 8 SEPTEMBER 2026 — Munculnya narasi di media sosial yang mengaitkan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh dengan perkara yang berkaitan dengan Febrie Adriansyah, d

BMKG Pantau Erupsi Anak Krakatau 24 Jam, Warga Diimbau Tetap Waspada
JAKARTA, 6 SEPTEMBER 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap atmosfer, penerban

YPPI Tegaskan Masyarakat Adat Miliki Peran Sangat Strategis dalam Pembangunan
JAKARTA, 5 SEPTEMBER 2026 — Masyarakat adat merupakan bagian penting dari keberagaman sekaligus masa depan bangsa Indonesia. Tidak hanya memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal, masyarakat adat juga mempuny
