Pemerintah Prioritaskan Putra Daerah Jadi Guru Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan Berkualitas
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 6 Sep 2026, 06.08

Guru Diprioritaskan dari Daerah Setempat
Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Jabo Priyono mengatakan tenaga pendidik Sekolah Rakyat akan diprioritaskan berasal dari daerah tempat sekolah beroperasi. Langkah tersebut diharapkan mampu memberdayakan potensi lokal sekaligus memperkuat keterlibatan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pendidikan.
"Kalau di Batang, gurunya diprioritaskan dari Batang. Kita bekerja sama dengan Pemda dan MenPAN-RB untuk rekrutmen guru," ujar Agus Jabo Priyono.
Ia menjelaskan, pemerintah tetap menerapkan fleksibilitas apabila terdapat kebutuhan tenaga pendidik dengan kompetensi tertentu yang belum tersedia di daerah.
"Kalau memang ada mata pelajaran tertentu yang belum tersedia, baru kita ambil dari Semarang atau daerah lain," tambahnya.
Pemerintah Daerah Siap Mendukung
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima surat resmi terkait kebutuhan tenaga pendidik Sekolah Rakyat. Meski demikian, sejumlah guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Batang telah berinisiatif mendaftarkan diri untuk bergabung dalam program tersebut.
"Pada intinya mendukung dan kami siap jika ada permintaan dari pemerintah pusat untuk mengisi tenaga guru di Sekolah Rakyat," kata Bambang Suryantoro Sudibyo.
Menurutnya, pemerintah daerah siap berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik apabila proses rekrutmen telah dimulai secara resmi.
Perkuat Kualitas Pendidikan
Kebijakan memprioritaskan guru dari daerah setempat diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih efektif karena tenaga pendidik dinilai lebih memahami karakteristik sosial dan budaya masyarakat setempat. Sementara itu, penempatan kepala sekolah dari unsur ASN ditujukan untuk memperkuat tata kelola, akuntabilitas, dan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dampak bagi Masyarakat
Pelibatan tenaga pendidik dari daerah diharapkan membuka kesempatan kerja bagi guru lokal, memperkuat kapasitas sumber daya manusia di daerah, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan memberikan akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.
Tindak Lanjut Pemerintah
Pemerintah akan melanjutkan proses rekrutmen tenaga pendidik melalui koordinasi antara Kementerian Sosial, Kementerian PAN-RB, dan pemerintah daerah. Selain memastikan kebutuhan guru terpenuhi, pemerintah juga akan menyiapkan kepala sekolah dari kalangan ASN serta melengkapi tenaga pendidik dari luar daerah apabila terdapat mata pelajaran tertentu yang belum dapat dipenuhi oleh sumber daya lokal.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
