Pemerintah Resmikan 37 Sekolah Rakyat Baru untuk Anak dari Keluarga Tidak Mampu di Daerah Tertinggal
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 23 Agu 2026, 14.44

Pemerintah Resmikan 37 Sekolah Rakyat Baru untuk Anak dari Keluarga Tidak Mampu di Daerah Tertinggal
Pemerintah melalui Kementerian Sosial kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemerataan pendidikan dengan meresmikan 37 titik baru Sekolah Rakyat di berbagai daerah tertinggal pada Jumat, 1 Agustus 2025. Langkah ini merupakan bagian dari Tahap 1B Program Sekolah Rakyat yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Peluncuran ini semakin mempertegas arah kebijakan pemerintah yang ingin menjangkau anak-anak dari keluarga tidak mampu dan yang selama ini terabaikan dalam sistem pendidikan formal.
Program ini tidak sekadar formalitas, namun hadir dengan konsep dan filosofi yang jelas. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dibangun atas tiga prinsip utama, yakni memuliakan warga kurang mampu, menjangkau anak-anak yang belum tersentuh pendidikan, dan membuka peluang bagi mereka yang selama ini dianggap mustahil untuk mengakses pendidikan berkualitas. Pendekatan ini menekankan pentingnya keadilan sosial dan membuka ruang bagi semua anak untuk belajar tanpa harus disaring oleh nilai akademik yang tidak adil bagi mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Di Kabupaten Lebak, Banten, Gus Ipul secara simbolis membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 34. Sebanyak 100 siswa dari keluarga tidak mampu mulai menempuh pendidikan di sekolah tersebut. Mereka ditempatkan dalam 4 rombongan belajar dan menjadi bagian dari generasi baru yang akan dibentuk melalui program ini. Kisah nyata seperti Komalasari, siswi yang sebelumnya putus sekolah karena ekonomi, menjadi contoh bahwa program ini benar-benar menyentuh kebutuhan nyata masyarakat bawah.
Sejak dimulai pada 14 Juli 2025 dengan 63 titik awal, kini total 100 titik Sekolah Rakyat telah aktif hingga Agustus 2025. Pemerintah bahkan merencanakan penambahan 59 titik lagi pada bulan September mendatang, sehingga total akan ada 159 sekolah yang beroperasi dalam tahun ajaran 2025/2026. Data ini menunjukkan bahwa program ini tidak bersifat temporer, melainkan dirancang secara berkelanjutan dan sistematis agar benar-benar menjangkau anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi di berbagai penjuru Tanah Air.
Peresmian 37 Sekolah Rakyat baru menjadi bukti nyata bahwa pemerintah sedang menjalankan janji konstitusional untuk menyediakan pendidikan bagi seluruh warga negara tanpa kecuali. Program ini tidak hanya menolong anak-anak dari keluarga tidak mampu, tetapi juga menciptakan harapan baru bagi masa depan bangsa. Pemerintah tidak lagi sekadar menjadikan pendidikan sebagai hak, tetapi sudah mulai menunaikannya sebagai kewajiban negara.
#SekolahRakyat #PendidikanUntukSemua #PrabowoUntukPendidikan #GusIpul #AksesPendidikanMerata #AnakTidakMampuBisaSekolah #IndonesiaMaju #BeritaPendidikan #Viral2025 #PendidikanDaerahTertinggal
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Narasi Kepala BPKP Dikaitkan Perkara Lain Perlu Diuji dengan Fakta
JAKARTA, 8 SEPTEMBER 2026 — Munculnya narasi di media sosial yang mengaitkan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh dengan perkara yang berkaitan dengan Febrie Adriansyah, d

BMKG Pantau Erupsi Anak Krakatau 24 Jam, Warga Diimbau Tetap Waspada
JAKARTA, 6 SEPTEMBER 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap atmosfer, penerban

YPPI Tegaskan Masyarakat Adat Miliki Peran Sangat Strategis dalam Pembangunan
JAKARTA, 5 SEPTEMBER 2026 — Masyarakat adat merupakan bagian penting dari keberagaman sekaligus masa depan bangsa Indonesia. Tidak hanya memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal, masyarakat adat juga mempuny
