Pengelola MBG Diminta Selektif Pilih Bahan Pangan, DPR Soroti Standar Keamanan di Parigi Moutong
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

PARIGI MOUTONG, 1 Mei 2026 — Anggota Komisi II DPR RI Longki Djanggola meminta pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, meningkatkan selektivitas dalam memilih bahan makanan guna menjamin keamanan konsumsi bagi para penerima manfaat, khususnya pelajar. Imbauan ini disampaikan saat kunjungan kerja pada Jumat (1/5/2026), menyusul sejumlah temuan kasus serupa di daerah lain.
Longki menegaskan bahwa kualitas bahan pangan menjadi faktor krusial dalam keberhasilan program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat. “Kami mengingatkan pengelola agar selektif dalam memilih bahan makanan. Ada beberapa kasus di daerah lain yang perlu menjadi perhatian,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bahan pangan seperti ikan, ayam, dan telur harus mendapat perhatian khusus dalam proses pengolahan. Menurutnya, pengawasan terhadap kualitas bahan baku hingga penyajian menjadi bagian penting untuk mencegah risiko kesehatan. “Pengelolaan yang tidak tepat bisa berdampak langsung pada kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat,” katanya.
Selain aspek bahan pangan, Longki juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dapur serta penerapan standar sanitasi yang ketat. Hal ini dinilai sebagai bagian dari standar operasional prosedur (SOP) yang wajib dipenuhi dalam program berskala nasional tersebut.
Koordinator Wilayah SPPG Parigi Moutong, Moh. Fahri Korompot, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 18 dapur MBG di wilayah tersebut, dengan 17 dapur telah beroperasi dan satu dapur masih dalam tahap perbaikan. “Satu dapur masih diperbaiki agar memenuhi kelayakan operasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Kampal, Adrifal Pratama Taofan, menyebut dapur yang dikelolanya melayani 2.806 penerima manfaat dan hingga kini operasional berjalan tanpa kendala. “Sejauh ini operasional berjalan lancar,” katanya.
Program MBG merupakan salah satu inisiatif pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya pelajar, sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia. Program ini juga menjadi respons terhadap tantangan stunting dan kekurangan gizi yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari pihak sekolah. Kepala Madrasah Tsanawiyah Parigi, Saleh, menilai MBG membantu pemenuhan gizi siswa sekaligus mendukung proses belajar mengajar. Ia menyebut program tersebut memberikan dampak langsung terhadap konsentrasi dan kesehatan siswa di sekolah.
Secara lebih luas, penguatan pengawasan kualitas pangan dalam program MBG dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan manfaat program tepat sasaran. Jika tidak dikelola dengan baik, potensi risiko kesehatan dapat menghambat tujuan peningkatan kualitas gizi nasional.
Kunjungan kerja DPR ini juga menjadi bagian dari evaluasi implementasi program MBG di daerah. Ke depan, pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait akan terus melakukan pemantauan dan perbaikan sistem distribusi serta pengelolaan dapur agar program berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
