Satu Suara Bangsa

Pertamina Jelaskan Alasan Sejumlah SPBU di Jakarta Tak Lagi Jual Pertalite

Budi Antoni

Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa

8 Mei 2026, 06.1438 dibaca

Diperbarui: 25 Jul 2026, 14.27

Pertamina Jelaskan Alasan Sejumlah SPBU di Jakarta Tak Lagi Jual Pertalite
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Pertamina Jelaskan Alasan Sejumlah SPBU di Jakarta Tak Lagi Jual Pertalite

JAKARTA, 7 Mei 2026 — PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan alasan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Jakarta Selatan, termasuk Radio Dalam dan Antasari, tidak lagi menjual bahan bakar minyak (BBM) subsidi Pertalite sejak 1 Mei 2026. Kebijakan tersebut dilakukan karena SPBU terkait beralih menjadi SPBU Signature yang tidak melayani penjualan BBM bersubsidi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, mengatakan perubahan status dilakukan melalui program peningkatan layanan SPBU. “SPBU tersebut beralih mengajukan program peningkatan status untuk menjadi SPBU Signature. SPBU Signature memang tidak menjual BBM subsidi,” ujarnya kepada detikcom, Kamis (7/5/2026).

Menurut Roberth, konsep SPBU Signature lebih menitikberatkan pada peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan dibanding SPBU reguler yang masih menyalurkan BBM subsidi pemerintah. Salah satu contoh SPBU dengan konsep tersebut adalah SPBU Signature Pondok Indah di Jakarta Selatan.

Meski demikian, Pertamina memastikan distribusi Pertalite tetap tersedia di SPBU lain sebagai bagian dari penugasan pemerintah atau Public Service Obligation (PSO). “Pertamina tetap berkomitmen melayani Pertalite untuk masyarakat sebagai penugasan pemerintah,” kata Roberth.

Berdasarkan data Pertamina, terdapat 13 SPBU Signature yang tidak lagi menjual Pertalite, tersebar di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor. Beberapa di antaranya berada di kawasan Slipi, Fatmawati, Antasari, Pasar Minggu, hingga Ahmad Yani Jakarta Timur.

Program SPBU Signature merupakan bagian dari transformasi layanan Pertamina di sektor ritel energi. SPBU dengan kategori ini umumnya menyediakan fasilitas tambahan seperti area istirahat yang lebih modern, layanan digital, hingga pilihan BBM nonsubsidi yang lebih lengkap.

Dari sisi dampak, perubahan status SPBU memunculkan perhatian masyarakat pengguna Pertalite, khususnya di wilayah perkotaan yang selama ini mengandalkan akses BBM subsidi di lokasi tertentu. Namun Pertamina menegaskan pasokan Pertalite tetap tersedia di jaringan SPBU lain sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM subsidi.

Ke depan, Pertamina menyatakan akan terus melakukan pengembangan layanan SPBU sesuai kebutuhan pasar, sambil tetap menjalankan mandat distribusi BBM subsidi dari pemerintah guna menjaga akses energi bagi masyarakat.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait

Dokumentasi EKONOMI
EKONOMI23 Agu 2026 · 20.28Oleh Budi Antoni

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik

JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Baca selengkapnya
Dokumentasi EKONOMI
EKONOMI23 Agu 2026 · 14.20Oleh Budi Antoni

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes

JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M

Baca selengkapnya