Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT ke-48 ASEAN, Bahas Stabilitas Kawasan dan Ketahanan Energi
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

JAKARTA, 7 Mei 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertolak ke Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026) pagi untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung pada 7–8 Mei 2026. Dalam forum regional tersebut, Indonesia dijadwalkan membahas penguatan kerja sama kawasan, stabilitas geopolitik, hingga ketahanan energi bersama negara-negara Asia Tenggara.
Berdasarkan keterangan Sekretariat Presiden, Prabowo bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 09.10 WIB. Keberangkatan Presiden dilepas langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Muhammad Herindra.
Setibanya di Cebu, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri forum Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area atau BIMP-EAGA. Forum ini menjadi salah satu agenda strategis dalam KTT ASEAN untuk memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi kawasan timur ASEAN.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga dijadwalkan membahas berbagai isu strategis regional, termasuk dinamika global yang memengaruhi kawasan Asia Tenggara. Fokus pembahasan mencakup penguatan ketahanan energi, stabilitas ekonomi, serta koordinasi ASEAN dalam menghadapi tantangan geopolitik global.
Turut mendampingi Presiden dalam lawatan ini yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
KTT ASEAN ke-48 berlangsung di tengah meningkatnya tekanan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, volatilitas energi, hingga dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik. ASEAN dipandang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas regional melalui penguatan kerja sama ekonomi, diplomasi, dan integrasi kawasan.
Dari sisi dampak, partisipasi Indonesia dalam forum ini dinilai strategis untuk memperkuat posisi diplomasi Indonesia di ASEAN sekaligus memperluas peluang kerja sama ekonomi dan energi antarnegara anggota. Forum ini juga menjadi ruang koordinasi dalam menjaga ketahanan kawasan terhadap dampak konflik dan perlambatan ekonomi global.
Ke depan, hasil pertemuan para pemimpin ASEAN diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat solidaritas kawasan, meningkatkan konektivitas ekonomi, serta memperdalam kerja sama strategis di sektor energi, perdagangan, dan keamanan regional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
