Prabowo dan Albanese Teken Traktat Keamanan Bersama, Perkuat Stabilitas Indo-Pasifik
Samuel
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 11 Sep 2026, 23.44

Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese secara resmi menandatangani Traktat Keamanan Bersama Indonesia–Australia pada Jumat, 6 Februari 2026, di Istana Merdeka. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan strategis kedua negara sekaligus memperkokoh stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Traktat tersebut menegaskan komitmen Indonesia dan Australia untuk meningkatkan kerja sama keamanan nasional, pertahanan, serta kontribusi aktif dalam menjaga perdamaian regional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Komitmen Indonesia pada Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kesepakatan ini mencerminkan konsistensi Indonesia dalam menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif dan semangat bertetangga baik. Menurutnya, Indonesia memandang Australia sebagai mitra strategis yang memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan.
Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak ingin memiliki musuh, melainkan membangun hubungan internasional yang dilandasi kepercayaan, iktikad baik, dan saling menghormati kedaulatan. Traktat ini diposisikan sebagai instrumen diplomasi pertahanan yang bersifat defensif, transparan, dan berorientasi pada perdamaian.
Australia Tegaskan Kedalaman Kemitraan Strategis
Perdana Menteri Anthony Albanese menyampaikan bahwa penandatanganan traktat ini merupakan sinyal kuat semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia–Australia. Ia menyebut perjanjian tersebut sebagai kelanjutan dari fondasi kerja sama keamanan yang telah terbangun sejak lama, termasuk Perjanjian Keamanan Keating–Soeharto tahun 1995.
Dalam kunjungan kerjanya, Albanese juga mengumumkan inisiatif baru di bidang pertahanan, salah satunya rencana pembentukan posisi khusus bagi perwira senior Indonesia di Angkatan Pertahanan Australia. Langkah ini dinilai mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi dan kemitraan yang semakin mendalam antar kedua negara.
Dampak Strategis bagi Stabilitas Indo-Pasifik
Penandatanganan Traktat Keamanan Bersama ini memiliki implikasi strategis yang luas, khususnya bagi kawasan Indo-Pasifik yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus persaingan geopolitik global. Kerja sama Indonesia–Australia diharapkan mampu memperkuat arsitektur keamanan regional yang inklusif dan berbasis dialog.
Bagi Indonesia, kesepakatan ini juga mempertegas posisi sebagai aktor kunci dalam menjaga stabilitas kawasan tanpa harus terjebak dalam politik blok. Pendekatan ini sejalan dengan kepemimpinan Presiden Prabowo yang menekankan diplomasi aktif, keseimbangan strategis, dan kepentingan nasional jangka panjang.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

KTT PIF ke-55 Dibayangi Persoalan Domestik dan Persaingan AS-China di Pasifik
PALAU — Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pacific Islands Forum (PIF) ke-55 di Palau menghadapi sejumlah tantangan. Ketidakhadiran beberapa pemimpin negara anggota menjadi sorotan di tengah meningkatnya persainga

Pemerintah Salurkan Bansos Tahap Tiga dan Kemenhub Buka 891 Formasi Taruna 2026
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Kementerian Sosial mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap ketiga untuk periode Juli hingga September 2026

Indonesia dan India Sepakati 16 Kerja Sama Strategis, Perkuat Kemitraan di Sektor Pertahanan hingga Pangan
JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati 16 kerja sama strategis yang mencakup berbagai sektor prioritas, mulai dari pertahanan, energi, kesehat
