Prabowo Sebut Tambak Udang Kebumen Berkelas Dunia, Produktivitas Capai 40 Ton per Hektare
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 6 Agu 2026, 11.45

KEBUMEN — Presiden RI Prabowo Subianto menilai proyek Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, memiliki produktivitas kelas dunia dan sangat menjanjikan untuk mendukung ketahanan pangan serta peningkatan devisa negara.
Hal itu disampaikan Presiden saat meninjau langsung panen raya udang di kawasan tambak Kebumen, Sabtu (23/5/2026).
“Hari ini saya hadir menyaksikan panen raya udang di proyek ini. Sudah tiga tahun dan hasil panennya sudah di tingkat tertinggi, tingkat dunia,” ujar Prabowo.
Menurut Presiden, berdasarkan laporan yang diterimanya, produktivitas tambak di kawasan tersebut mampu mencapai hingga 40 ton udang per hektare, dengan harga jual yang dinilai sangat menguntungkan.
“Tadi saya diberi laporan satu hektare bisa menghasilkan 40 ton. Luar biasa, 40 ton ya. Dan harganya sangat bagus, Rp70 ribu per kilogram,” katanya.
Prabowo menjelaskan pemerintah kini tengah memperluas pembangunan kawasan tambak dan perikanan produktif di sejumlah daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor pangan dan perikanan nasional.
Saat ini, pemerintah sedang membangun kawasan tambak seluas 2.000 hektare di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemudian 200 hektare di Gorontalo, serta kawasan perikanan di Pantai Utara Jawa Barat dengan luas mencapai 14 ribu hektare.
“Kalau di sini 65 hektare dan bisa menyerap sekitar 650 tenaga kerja, bayangkan kalau diperluas di daerah lain,” ujarnya.
Presiden menegaskan proyek-proyek produktif di sektor pangan dan perikanan akan terus dikembangkan guna memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekaligus meningkatkan ekspor dan devisa negara.
“Kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein untuk rakyat kita dan juga untuk dijual ke luar negeri supaya kita mendapat devisa,” tegas Prabowo.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden turut didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Bank Mandiri Klarifikasi Pemblokiran Rekening AMPB Tegaskan Kepatuhan Prosedur Hukum dan Layanan Nasabah
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pemblokiran rekening milik koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M
