Prabowo Yakin Indonesia Bisa Dorong Kemerdekaan Palestina Lewat Board of Peace
Samuel
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.56

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia dapat berperan dalam mendorong kemerdekaan Palestina melalui keterlibatan dalam Board of Peace (BoP), sebuah forum perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Prabowo menilai keberadaan Indonesia dalam forum tersebut dapat memberikan pengaruh positif untuk mendorong solusi jangka panjang bagi konflik Palestina, yakni melalui solusi dua negara (two-state solution).
“Jika kami berada di dalamnya, kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang yang menurut kami adalah Palestina merdeka melalui solusi dua negara,” ujar Prabowo dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Pembahasan BoP Masih Ditangguhkan
Meski demikian, Prabowo menjelaskan bahwa pembahasan terkait Board of Peace saat ini masih ditangguhkan. Termasuk rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza yang sebelumnya sempat dibahas.
Penundaan tersebut terjadi karena eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang semakin meningkat, sehingga situasi keamanan masih menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.
Indonesia Siap Dorong Perdamaian
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyatakan kesediaannya untuk menjadi mediator dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurutnya, konflik di kawasan Timur Tengah telah menciptakan ketidakpastian global yang berdampak luas bagi berbagai negara.
Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk membuka ruang dialog guna mencari solusi damai.
“Saran saya selalu mencari opsi damai,” kata Prabowo.
Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Ia memastikan Indonesia tidak akan bergabung dengan aliansi militer mana pun, serta tetap menjaga hubungan baik dengan semua negara.
“Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun. Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung pada kekuatan negara lain,” ujarnya.
Menurut Prabowo, meskipun Indonesia tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu, negara tetap harus memiliki kekuatan pertahanan yang kuat untuk menjaga kedaulatan nasional.
Sikap tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia untuk tetap berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia, sekaligus menjaga posisi sebagai negara yang independen dalam dinamika geopolitik global.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

KTT PIF ke-55 Dibayangi Persoalan Domestik dan Persaingan AS-China di Pasifik
PALAU — Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pacific Islands Forum (PIF) ke-55 di Palau menghadapi sejumlah tantangan. Ketidakhadiran beberapa pemimpin negara anggota menjadi sorotan di tengah meningkatnya persainga

Pemerintah Salurkan Bansos Tahap Tiga dan Kemenhub Buka 891 Formasi Taruna 2026
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Kementerian Sosial mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap ketiga untuk periode Juli hingga September 2026

Indonesia dan India Sepakati 16 Kerja Sama Strategis, Perkuat Kemitraan di Sektor Pertahanan hingga Pangan
JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati 16 kerja sama strategis yang mencakup berbagai sektor prioritas, mulai dari pertahanan, energi, kesehat
