Satu Suara Bangsa

Presiden Prabowo Percepat Hilirisasi dan Perkuat Ketahanan Energi Nasional Demi Kemandirian Indonesia

Budi Antoni

Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa

23 Jun 2026, 04.0646 dibaca

Diperbarui: 12 Sep 2026, 02.36

Presiden Prabowo Percepat Hilirisasi dan Perkuat Ketahanan Energi Nasional Demi Kemandirian Indonesia
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Presiden Prabowo Percepat Hilirisasi dan Perkuat Ketahanan Energi Nasional Demi Kemandirian Indonesia

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto terus mempercepat agenda transformasi ekonomi nasional melalui penguatan program hilirisasi industri dan ketahanan energi. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam rapat bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan mengenai perkembangan berbagai proyek strategis nasional yang menjadi fondasi menuju Indonesia yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berdaulat di bidang energi maupun industri.

Salah satu capaian penting yang dilaporkan adalah rampungnya pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik hasil kerja sama antara CATL dan Antam. Proyek hilirisasi strategis tersebut dijadwalkan akan diresmikan pada akhir Juli 2026 dan menjadi tonggak penting dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat industri kendaraan listrik dunia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan ekosistem baterai merupakan bukti nyata konsistensi pemerintah dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Selain hilirisasi, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian besar terhadap ketahanan energi nasional. Pemerintah memastikan kondisi pasokan energi nasional tetap aman dengan cadangan operasional yang berada di atas batas minimum nasional.

Dalam sektor kelistrikan, pemerintah bersama PT PLN (Persero) terus melakukan langkah-langkah perbaikan guna memastikan layanan listrik kepada masyarakat berjalan semakin andal. Evaluasi menyeluruh telah dilakukan terhadap rantai pasok batu bara, sistem pengadaan, hingga kesiapan pembangkit listrik di berbagai daerah.

Pemerintah juga mengambil langkah strategis dengan membentuk tim pengawasan pengadaan batu bara yang melibatkan PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, BPKP, serta Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga sekaligus mencegah potensi gangguan pelayanan di masa mendatang.

Presiden Prabowo secara khusus menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk bergerak cepat mengambil langkah-langkah terukur agar pelayanan energi kepada masyarakat semakin baik dan tidak terjadi gangguan yang dapat menghambat aktivitas ekonomi nasional.

Kebijakan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Hilirisasi industri akan memperkuat nilai tambah sumber daya alam nasional, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Sementara itu, ketahanan energi yang kuat menjadi syarat utama bagi keberlangsungan industrialisasi dan pembangunan nasional.

Melalui percepatan hilirisasi dan penguatan sektor energi, pemerintahan Presiden Prabowo terus menunjukkan komitmennya untuk membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi, memperkuat ketahanan nasional, serta mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara industri maju yang mampu bersaing di tingkat global.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait

Dokumentasi EKONOMI
EKONOMI23 Agu 2026 · 20.28Oleh Budi Antoni

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik

JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Baca selengkapnya
Dokumentasi EKONOMI
EKONOMI23 Agu 2026 · 14.20Oleh Budi Antoni

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes

JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M

Baca selengkapnya