Profil Praka Farizal Rhomadhon: Prajurit Perdamaian yang Gugur di Lebanon, Tinggalkan Istri dan Anak
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Jakarta – Duka mendalam menyelimuti Indonesia setelah gugurnya salah satu prajurit terbaik bangsa, Praka Farizal Rhomadhon, dalam misi perdamaian dunia di Lebanon. Sosok muda yang dikenal berdedikasi ini mengemban tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di UNIFIL.
Praka Farizal gugur setelah sebuah proyektil menghantam pos penjagaan UNIFIL di wilayah Adchit al-Qusyar, Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3/2026). Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Sosok Prajurit Muda Berdedikasi
Praka Farizal Rhomadhon lahir di Kulon Progo pada 3 Januari 1998. Di usia 28 tahun, ia telah mengabdikan diri sebagai prajurit TNI dengan rekam jejak pengabdian yang kuat. Ia tercatat sebagai personel Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Dam IM, dengan jabatan terakhir sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima.
Penugasannya dalam misi internasional menunjukkan kepercayaan besar negara terhadap profesionalisme dan integritasnya sebagai prajurit.
Tinggalkan Keluarga Kecil
Kepergian Praka Farizal meninggalkan duka yang begitu dalam bagi keluarga. Ia meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), serta seorang putri kecil berusia 2 tahun, Shanaya Almahyra Elshanu.
Keluarga kecil tersebut selama ini tinggal di Asrama Militer Kima Yonif 113/JS, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Praka Farizal diketahui baru menikah pada 4 Juli 2023, menjadikan kebersamaan mereka sebagai keluarga masih terbilang singkat.
Gugur dalam Tugas Mulia
Pihak UNIFIL menyatakan bahwa proyektil yang meledak di pos penjagaan menjadi penyebab gugurnya prajurit Indonesia tersebut. Insiden ini menegaskan bahwa misi perdamaian dunia bukan tanpa risiko, bahkan bagi pasukan yang berada di bawah perlindungan mandat internasional.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri turut menyampaikan duka cita mendalam serta mengecam keras insiden tersebut. Indonesia juga mendorong dilakukannya investigasi menyeluruh dan transparan atas serangan yang menewaskan prajuritnya.
Selain itu, pemerintah memastikan akan bekerja sama dengan PBB untuk proses pemulangan jenazah serta penanganan optimal bagi prajurit lain yang terluka.
Pengorbanan untuk Perdamaian Dunia
Kepergian Praka Farizal menjadi simbol nyata pengorbanan prajurit Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global. Dedikasi yang ia tunjukkan tidak hanya membawa nama baik bangsa, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perdamaian dunia sering kali dibayar dengan pengorbanan yang tidak sedikit.
Kini, yang tersisa adalah doa dan penghormatan atas jasa-jasanya—seorang prajurit muda yang gugur dalam tugas, demi misi kemanusiaan yang lebih besar.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
