Program MBG Prioritaskan Kelompok 3B, Pemerintah Perkuat Intervensi Gizi Sejak Dini
Samuel
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.56

Pemerintah terus memperkuat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan kelompok rentan yang dikenal sebagai 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kebijakan ini menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sejak fase awal kehidupan.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menegaskan bahwa fokus pada kelompok 3B sangat penting karena berkaitan langsung dengan 1.000 hari pertama kehidupan, periode krusial dalam menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan manusia di masa depan.
“Bahkan sejak dalam kandungan, dalam bentuk janin, sudah harus diperhatikan oleh pemerintah. Karena itu yang harus diutamakan dalam program Makan Bergizi Gratis adalah kelompok 3B,” ujar Sony dalam keterangan resminya, Senin (16/3/2026).
Fokus MBG Tidak Hanya untuk Siswa Sekolah
Selama ini, sebagian masyarakat masih menganggap program MBG hanya berupa makan siang gratis di sekolah. Padahal, pemerintah menegaskan bahwa program ini memiliki cakupan yang lebih luas, terutama untuk memperkuat pemenuhan gizi kelompok rentan.
Kelompok 3B menjadi prioritas utama dalam program MBG karena intervensi gizi pada masa awal kehidupan dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Setelah kelompok 3B, program MBG juga menyasar peserta didik di sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar anak-anak.
Dukungan untuk Generasi Emas 2045
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa program MBG memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, distribusi program MBG kepada kelompok 3B perlu diawasi secara ketat melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Program yang sudah berjalan harus terus kita kawal agar MBG benar-benar sampai kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai penerima manfaat,” kata Wihaji.
Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah
Keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga terkait.
Sinergi tersebut diperlukan agar distribusi makanan bergizi dapat berjalan efektif hingga tingkat keluarga, sekaligus memastikan bahwa intervensi gizi nasional dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Pemerintah berharap program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Narasi Kepala BPKP Dikaitkan Perkara Lain Perlu Diuji dengan Fakta
JAKARTA, 8 SEPTEMBER 2026 — Munculnya narasi di media sosial yang mengaitkan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh dengan perkara yang berkaitan dengan Febrie Adriansyah, d

BMKG Pantau Erupsi Anak Krakatau 24 Jam, Warga Diimbau Tetap Waspada
JAKARTA, 6 SEPTEMBER 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap atmosfer, penerban

YPPI Tegaskan Masyarakat Adat Miliki Peran Sangat Strategis dalam Pembangunan
JAKARTA, 5 SEPTEMBER 2026 — Masyarakat adat merupakan bagian penting dari keberagaman sekaligus masa depan bangsa Indonesia. Tidak hanya memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal, masyarakat adat juga mempuny
