Ratusan Siswa di Berastagi Diduga Keracunan MBG BGN Copot Kepala SPPG dan Segel Dapur
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 1 Sep 2026, 17.23

Dua sekolah yang siswanya terdampak adalah SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Bersama. Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah gejala, antara lain mual, muntah, pusing, dan tubuh terasa lemas.
Siswa yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.
BGN Periksa Sampel Makanan
Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Karo Antonius Ginting untuk menangani kejadian tersebut. Pemeriksaan terhadap sampel sisa makanan juga dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat.
“Saya telah berkoordinasi dengan Bupati Antonius Ginting, sementara pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat,” kata Sudaryono.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa. Dengan demikian, dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan.
Kepala SPPG Dicopot dan Dapur Disegel
Selain melakukan investigasi, BGN mengambil tindakan administratif terhadap SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
“Dua tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional,” ujar Sudaryono.
Langkah tersebut dilakukan di tengah proses pemeriksaan untuk memastikan pelayanan makanan dari dapur terkait tidak dilanjutkan sebelum persoalan ditangani.
BGN juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan MBG harus dilakukan secara serius, mulai dari pengolahan hingga makanan diterima oleh penerima manfaat.
“Insiden di Kabupaten Karo lagi-lagi menjadi tamparan dan pengingat, setiap tahapan pelayanan makanan harus diawasi serius. Ratusan siswa terdampak, langkah pertama BGN adalah memastikan kondisi mereka dan kemudian mencari akar persoalannya,” katanya.
Penyebab Masih Dalam Pemeriksaan
Hingga pemeriksaan selesai, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat disimpulkan. Sampel sisa lauk pauk masih diperiksa bersama Dinas Kesehatan setempat.
Hasil pemeriksaan menjadi penting untuk menentukan sumber persoalan sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap proses pengadaan, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan.
BGN juga menyampaikan permintaan maaf kepada siswa dan keluarga yang terdampak.
“Kami minta maaf. Lekas sembuh,” ujar Sudaryono.
Insiden di Berastagi menjadi bagian dari evaluasi keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. BGN menegaskan pengawasan dan monitoring perlu terus diperkuat agar makanan yang disalurkan kepada peserta didik memenuhi standar keamanan sekaligus tujuan pemenuhan gizi.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
