Satgas Banjir Lanal Bali Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Sesetan Denpasar Selatan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.56

Denpasar, Bali — Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Banjir Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bali mengevakuasi warga yang terjebak banjir di kawasan Sesetan, Denpasar Selatan, Selasa (24/2), menyusul hujan dengan intensitas tinggi sejak dini hari yang menyebabkan permukiman terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Tim Quick Response Lanal Bali diterjunkan ke lokasi dengan membawa perahu karet (rubber boat) dan peralatan keselamatan untuk membantu proses evakuasi. Sejumlah warga, terutama lanjut usia, anak-anak, dan warga yang sakit diprioritaskan untuk dipindahkan ke lokasi aman maupun posko kesehatan.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Bali Kolonel Laut (P) Cokorda G.P.P. menegaskan bahwa langkah cepat tersebut merupakan bagian dari tugas kemanusiaan TNI Angkatan Laut dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana.
“Aksi cepat ini merupakan implementasi dalam memberikan solusi di tengah kesulitan masyarakat. Kami memprioritaskan evakuasi lansia, anak-anak, serta warga yang sakit untuk segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman atau posko kesehatan,” ujar Kolonel Laut (P) Cokorda G.P.P.
Selain mengevakuasi warga, personel juga membantu pengamanan barang-barang berharga milik masyarakat untuk meminimalkan potensi kerugian akibat banjir yang merendam rumah.
“Tidak hanya evakuasi warga, pengamanan material penting milik warga juga kami lakukan guna meminimalisir kerugian lebih lanjut,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, personel Lanal Bali masih bersiaga di sejumlah titik rawan banjir di kawasan Denpasar Selatan untuk mengantisipasi kemungkinan luapan susulan. Posko Banjir Lanal Bali disiagakan selama 24 jam guna menerima laporan dan permintaan bantuan darurat dari warga.
Secara geografis, sejumlah wilayah di Denpasar Selatan, termasuk kawasan pesisir dan dataran rendah seperti Sesetan, tergolong rawan genangan saat terjadi hujan lebat dengan durasi panjang. Sistem drainase yang terbatas serta pasang air laut dapat memperparah kondisi genangan di wilayah tersebut.
Banjir yang terjadi berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk terganggunya mobilitas warga dan potensi risiko kesehatan akibat genangan air. Upaya evakuasi dan pengamanan dini dinilai penting untuk menekan risiko korban jiwa maupun kerugian material.
Pangkalan TNI Angkatan Laut Bali menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam penanganan banjir serta melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya di wilayah pesisir dan dataran rendah.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
