Satgas TMMD dan Warga Kesongo Bersihkan Sungai Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 18 Agu 2026, 12.38

Personel Satgas TMMD dan masyarakat turun langsung membersihkan dasar hingga bantaran sungai menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sabit, dan gancu. Material yang telah lama mengendap diangkat agar kapasitas aliran sungai tetap terjaga dan air dapat mengalir dengan lebih lancar ketika intensitas hujan meningkat.
Warga RT 017/RW 008 Dusun Mundu, Panidi, mengatakan kondisi sungai menjadi lebih bersih setelah berbagai material yang sebelumnya menghambat aliran air berhasil disingkirkan.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak TNI. Sungai yang sebelumnya banyak bambu dan sampah kini menjadi lebih bersih. Semoga aliran air semakin lancar dan lingkungan tetap terjaga,” kata Panidi.
Bersihkan Material yang Berpotensi Menyumbat Sungai
Pembersihan sungai dilakukan sebagai tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko tersumbatnya aliran air. Tumpukan sampah dan material alami seperti bambu serta ranting dapat menghambat aliran sungai apabila dibiarkan menumpuk, terutama ketika debit air meningkat pada musim penghujan.
Selain membersihkan bagian dasar sungai, personel Satgas dan masyarakat turut membersihkan bantaran agar kondisi lingkungan sekitar aliran air lebih tertata. Kegiatan tersebut sekaligus mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai secara berkelanjutan.
Kepala Dusun Mundu Hariyono mengatakan kegiatan karya bakti tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung terhadap kondisi sungai, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Ini bukan hanya soal membersihkan sungai, tetapi juga edukasi bagi warga agar lebih disiplin menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan,” ungkap Hariyono.
Gotong Royong Bangun Kesadaran Lingkungan
Komandan SST-2 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro Peltu M. Syarif mengatakan kebersihan lingkungan memiliki peran penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang sehat, aman, dan nyaman.
“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai. Lingkungan yang bersih akan menciptakan kehidupan yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga,” tutur Peltu M. Syarif.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena pemeliharaan sungai membutuhkan kepedulian bersama. Kebiasaan tidak membuang sampah ke aliran air serta pembersihan secara berkala dapat membantu mempertahankan fungsi sungai sebagai saluran alami.
Kerja bersama antara personel TNI dan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya gotong royong di tingkat desa. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi ikut terlibat langsung dalam menjaga fasilitas dan lingkungan di wilayahnya.
TMMD Tidak Hanya Bangun Infrastruktur
Kegiatan bersih sungai menjadi salah satu rangkaian TMMD ke-129 di Desa Kesongo. Pelaksanaan TMMD tidak hanya diarahkan pada pembangunan sarana dan prasarana fisik, tetapi juga mencakup kegiatan sosial dan lingkungan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat manfaat TMMD dapat dirasakan lebih luas. Infrastruktur yang dibangun perlu didukung lingkungan yang terawat serta partisipasi masyarakat agar pembangunan desa dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Pembersihan sungai juga memberikan manfaat terhadap kesehatan lingkungan. Aliran air yang tidak tersumbat dapat mengurangi genangan sekaligus membantu menjaga kebersihan kawasan permukiman di sekitar sungai.
Pemeliharaan Sungai Dilanjutkan Bersama Masyarakat
Satgas TMMD ke-129 bersama warga Desa Kesongo akan terus mendorong kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menjaga hasil pembangunan dan mengurangi risiko bencana di tingkat desa.
Setelah pembersihan dilakukan, masyarakat diharapkan menjaga kondisi sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan serta melakukan pemeliharaan secara berkala. Langkah tersebut diperlukan agar material tidak kembali menumpuk dan menghambat aliran air.
Melalui kerja bersama tersebut, TMMD ke-129 di Desa Kesongo tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Gotong royong menjadi bagian penting untuk memastikan sungai tetap bersih, aliran air berfungsi dengan baik, dan risiko gangguan saat musim penghujan dapat diminimalkan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
