Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Tanam Ribuan Mangrove Bersama Warga di Pesisir Papua Tengah
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

MIMIKA — Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-128 Kodim 1710/Mimika bersama masyarakat menanam ribuan bibit mangrove di Kampung Kekwa, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari program nonfisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) untuk mendukung pelestarian lingkungan pesisir dan mencegah abrasi pantai.
Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK) Satgas TMMD ke-128 Kodim 1710/Mimika, Kapten Kav Bambang Rudianto, mengatakan penanaman mangrove menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya menjaga kawasan pesisir dari ancaman kerusakan alam.
“Selain untuk mencegah abrasi, mangrove juga memiliki banyak manfaat bagi lingkungan, seperti menjaga habitat biota laut dan membantu menjaga keseimbangan alam,” ujar Bambang dalam keterangannya di Timika.
Menurut dia, keberadaan hutan mangrove memiliki fungsi strategis sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari gelombang laut dan erosi pantai. Mangrove juga berperan penting menjaga kualitas ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas TMMD bersama warga terlihat bahu-membahu menanam bibit mangrove di sepanjang area pantai Kampung Kekwa dengan semangat gotong royong.
Bambang mengatakan program TMMD tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik seperti jalan dan fasilitas umum, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup.
“Pada kegiatan TMMD ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga turut menanamkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan kepada masyarakat,” katanya.
Masyarakat Kampung Kekwa menyambut positif kegiatan penanaman mangrove tersebut. Warga berharap tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan pesisir maupun generasi mendatang.
Wilayah pesisir di Papua Tengah diketahui memiliki potensi ekosistem mangrove yang cukup besar dan menjadi habitat berbagai jenis biota laut. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kawasan pesisir menghadapi ancaman abrasi dan perubahan lingkungan akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.
Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir karena mampu menahan abrasi, mengurangi dampak gelombang laut, menyerap karbon, serta menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis ikan dan hewan laut lainnya.
Program penghijauan pesisir melalui penanaman mangrove juga dinilai berdampak langsung terhadap keberlanjutan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan hasil laut.
Melalui kegiatan TMMD ke-128, TNI bersama pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi lingkungan terus meningkat, sehingga kawasan pesisir di Kabupaten Mimika dapat tetap terjaga dan terlindungi dari ancaman kerusakan lingkungan di masa mendatang.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
