Satgas Yonarhanud 2 Kostrad dan Warga Nainaban Tanam Pohon untuk Cegah Longsor Susulan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.00

TTU – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad Pos Baen bersama masyarakat Desa Nainaban, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, melaksanakan penanaman pohon di kawasan pereng yang rawan longsor, Kamis (11/6/2026). Kegiatan penghijauan ini dilakukan sebagai upaya mencegah longsor susulan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah perbatasan.
Penanaman pohon dilakukan secara gotong royong oleh personel Satgas dan warga setempat di sejumlah titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap erosi dan pergerakan tanah, terutama saat musim hujan.
Komandan Pos Baen Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap keselamatan masyarakat sekaligus upaya mitigasi bencana di wilayah perbatasan.
“Penanaman pohon ini bertujuan memperkuat struktur tanah agar lebih mampu menahan erosi dan mengurangi risiko longsor yang dapat mengancam keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Selain berfungsi sebagai penahan tanah, pohon yang ditanam juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan menciptakan kawasan yang lebih hijau serta berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan penghijauan difokuskan pada area-area yang sebelumnya mengalami kerusakan tanah dan berpotensi menimbulkan longsor susulan. Melalui penanaman vegetasi berakar kuat, stabilitas lereng diharapkan dapat meningkat sehingga risiko bencana dapat diminimalkan.
“Melalui gotong royong bersama masyarakat, kami berharap manfaat penghijauan ini dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik untuk keselamatan warga maupun kelestarian lingkungan,” kata salah satu personel Satgas yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara, khususnya kawasan perbukitan dan pereng di sekitar perbatasan RI-Timor Leste, memiliki tingkat kerentanan terhadap erosi dan longsor akibat kondisi topografi serta perubahan cuaca yang ekstrem. Karena itu, penghijauan menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi dampak bencana alam.
Bagi masyarakat, keberadaan pohon tidak hanya berfungsi sebagai pelindung lingkungan, tetapi juga dapat membantu menjaga sumber air, meningkatkan kualitas udara, serta mendukung aktivitas pertanian di sekitar kawasan tersebut. Upaya ini juga memperkuat budaya gotong royong antara TNI dan warga dalam menjaga lingkungan bersama.
Ke depan, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 Kostrad berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana di wilayah perbatasan. Program penghijauan akan dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman, hijau, dan lestari.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
