TMMD Jadi Bukti Sinergi TNI, Pemda, dan Masyarakat Bangun Desa di Blitar
Samuel
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 19 Agu 2026, 01.38

Blitar – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, berbagai pembangunan infrastruktur serta kegiatan sosial dapat terlaksana secara nyata di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Blitar, Rijanto, saat menghadiri kegiatan Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-127 yang berlangsung di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, pada Selasa (3/3/2026).
Menurut Rijanto, pembangunan desa tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak. Sinergi lintas sektor menjadi faktor penting agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan. TMMD menjadi contoh nyata bagaimana sinergi tersebut diwujudkan dalam kerja bersama,” ujar Rijanto.
Dalam pelaksanaan TMMD ke-127, sejumlah pembangunan fisik dilakukan di Desa Krisik. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan rabat jalan, jembatan desa, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), program jambanisasi, hingga pembuatan sumur untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan nonfisik juga menjadi bagian penting dari program TMMD. Kegiatan tersebut antara lain pemberian paket makanan bagi anak yang membutuhkan perhatian gizi, penanaman pohon, serta berbagai kegiatan penyuluhan kepada masyarakat.
Wakil Komandan Satgas TMMD ke-127, Mayor Inf. Imam Suyoso, yang juga menjabat sebagai Kasdim 0808 Blitar, menjelaskan bahwa program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata.
Menurutnya, program ini juga bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendukung peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan.
Sementara itu, Ketua Tim Wasev TMMD, Brigjen TNI Raja Benny Arifin, menegaskan bahwa TMMD merupakan program nasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Melalui kegiatan pengawasan dan evaluasi yang dilakukan secara berkala, diharapkan seluruh program yang dijalankan dapat berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di daerah pedesaan.
Rijanto berharap evaluasi yang dilakukan dalam kegiatan Wasev tersebut dapat menjadi bahan perbaikan agar pelaksanaan program TMMD ke depan semakin efektif dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita optimistis pembangunan desa dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Narasi Kepala BPKP Dikaitkan Perkara Lain Perlu Diuji dengan Fakta
JAKARTA, 8 SEPTEMBER 2026 — Munculnya narasi di media sosial yang mengaitkan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh dengan perkara yang berkaitan dengan Febrie Adriansyah, d

BMKG Pantau Erupsi Anak Krakatau 24 Jam, Warga Diimbau Tetap Waspada
JAKARTA, 6 SEPTEMBER 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap atmosfer, penerban

YPPI Tegaskan Masyarakat Adat Miliki Peran Sangat Strategis dalam Pembangunan
JAKARTA, 5 SEPTEMBER 2026 — Masyarakat adat merupakan bagian penting dari keberagaman sekaligus masa depan bangsa Indonesia. Tidak hanya memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal, masyarakat adat juga mempuny
