TMMD ke-127 di Kendari: Jalan Kolaborasi Memperkuat Pembangunan dari Desa ke Kota
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 3 Sep 2026, 22.05

Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang akan digelar oleh Kodim 1417/Kendari menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya persoalan fisik semata, tetapi soal sinergi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat fondasi kemajuan daerah. Program yang dijadwalkan dibuka oleh Pemerintah Kota Kendari pada 10 Februari 2026 ini dipusatkan di Kecamatan Poasia dan Kecamatan Nambo, dua wilayah yang menjadi fokus percepatan pembangunan melalui TMMD.
TMMD bukan hanya sekadar program pembangunan infrastruktur. Melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, kegiatan ini mengintegrasikan pembangunan fisik dengan pendekatan sosial. Dari pembangunan sarana air bersih, perbaikan fasilitas publik, hingga program edukatif dan sosial lain, TMMD merangkul kebutuhan riil masyarakat sekaligus menguatkan ikatan sosial antar warga dan institusi negara.
Pendekatan pembangunan yang partisipatif menjadi kekuatan utama TMMD. Ketika prajurit TNI bekerja bersama warga dalam gotong-royong, bukan hanya fisik desa yang diperkuat — tetapi juga rasa saling percaya antara rakyat dan negara. Hal ini relevan di era ketika pembangunan seringkali terfokus di kota-kota besar, sementara desa terseok akibat akses yang terbatas dan keterbatasan anggaran. TMMD hadir sebagai jembatan yang menghubungkan disparitas tersebut.
Selain manfaat langsung dalam bentuk infrastruktur, TMMD juga menawarkan nilai tambah berupa pemberdayaan masyarakat. Penyuluhan, pelayanan kesehatan, dan ragam kegiatan nonfisik lainnya memberi dampak yang lebih luas terhadap kesejahteraan masyarakat. Melalui program seperti ini, desa bukan lagi sekadar lokasi pembangunan, tetapi menjadi bagian aktif dari proses pembangunan itu sendiri.
Tidak kalah penting, TMMD menjadi wujud nyata komitmen negara terhadap prinsip pemerataan pembangunan. Dengan memetakan kebutuhan di Poasia dan Nambo, program ini memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal — semua bergerak bersama dalam ritme yang saling menguatkan. Dalam konteks ini, TMMD bukan hanya sekadar program tahunan, tetapi strategi penting untuk menjawab tantangan ketimpangan pembangunan di Indonesia.
TMMD di Kendari mengingatkan kita bahwa pembangunan yang sesungguhnya bukan hanya tentang beton dan jalan, tetapi tentang merajut kebersamaan. Ketika negara dan rakyat berjalan bersama, maka dampaknya akan dirasakan lebih luas — bukan hanya oleh generasi sekarang, tetapi oleh generasi yang akan datang.
#TMMD127
#Kodim1417Kendari
#TNIManunggalRakyat
#PembangunanDesa
#SinergiUntukBangsa
#GotongRoyong
#NegaraHadir
#KendariMaju
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
