TNI AD Laksanakan Karya Bakti Skala Besar di Madura, Bangun 33 Jembatan dan Renovasi 400 Rumah Warga
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 19.01

SURABAYA – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui Kodam V/Brawijaya melaksanakan Program Karya Bakti Tahun Anggaran 2026 berskala besar di Pulau Madura, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan fasilitas umum, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan pelestarian lingkungan yang dilaksanakan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Panglima Kodam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin menjelaskan bahwa pelaksanaan karya bakti tahun ini terdiri atas sasaran fisik dan nonfisik yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
"Sasaran fisik berupa pembangunan 33 jembatan, 52 sumur bor, 20 rumah ibadah, renovasi 400 rumah tidak layak huni beserta fasilitas MCK, rehabilitasi 12 sekolah, serta rehabilitasi empat panti asuhan," ujar Mayjen TNI Rudy Saladin.
Selain pembangunan fisik, TNI AD juga menyelenggarakan berbagai program sosial dan pelayanan masyarakat. Sasaran nonfisik meliputi operasi katarak bagi 313 orang, khitanan massal untuk 300 peserta, donor darah sebanyak 1.000 kantong, bakti kesehatan, bakti lingkungan di 200 titik, bantuan mesin irigasi bagi sektor pertanian, penanaman 2.000 pohon trembesi, serta pemberian kaki palsu dan kursi roda kepada masyarakat yang membutuhkan.
Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan bahwa Karya Bakti TNI AD merupakan implementasi tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang bertujuan mendukung pembangunan nasional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"Melalui kegiatan ini, TNI AD hadir membantu pemerintah daerah mengatasi kesulitan masyarakat, mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta memperkokoh ketahanan wilayah sebagai bagian dari ketahanan nasional," katanya.
Program Karya Bakti TNI AD menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan di daerah, terutama melalui penyediaan infrastruktur dasar, peningkatan akses air bersih, rehabilitasi fasilitas pendidikan, serta perbaikan rumah layak huni. Di sektor kesehatan, berbagai layanan sosial diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap pelayanan kesehatan.
Pemerintah menilai kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan. Keberadaan jembatan, sumur bor, sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas sosial lainnya diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan produktivitas ekonomi, serta memperkuat kualitas pelayanan publik di Pulau Madura.
Sebagai tindak lanjut, Kodam V/Brawijaya akan terus mengawal pelaksanaan seluruh sasaran program hingga selesai sesuai target. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah melalui pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
