TNI AL dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Ambon
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 12 Sep 2026, 00.54

Operasi tersebut melibatkan Kodaeral IX, BKSDA Maluku, Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon, serta Pelindo Regional 4 Ambon.
Pengungkapan bermula ketika petugas gabungan melakukan pengawasan dan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan calon penumpang KM Nggapulu yang dijadwalkan berlayar menuju Ternate dan Bitung.
Saat melakukan penyisiran di terminal penumpang, petugas menemukan sejumlah kurungan berisi satwa yang ditinggalkan tanpa pemilik. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan mengamankan seluruh satwa tersebut.
Enam Satwa Diamankan
Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat enam ekor satwa yang ditemukan, terdiri atas dua Perkicik Pelangi (Trichoglossus haematodus), dua Nuri Maluku (Eos bornea), satu Nuri Tengkuk Ungu (Lorius domicella), serta satu Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis).
Seluruh satwa ditemukan tanpa dilengkapi dokumen resmi. Barang bukti kemudian diserahkan dan dibawa ke Kantor Bidang KSDA Wilayah I Ambon untuk proses pendataan, identifikasi jenis, dan penyelidikan lebih lanjut.
Satwa-satwa tersebut juga akan menjalani penanganan medis dan karantina sebelum nantinya dipersiapkan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat asal sesuai prosedur yang berlaku.
Pengawasan Jalur Laut Diperketat
Dalam keterangan TNI AL, tindakan terhadap perdagangan dan pengangkutan ilegal satwa dilindungi merupakan bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati Indonesia sekaligus menegakkan ketentuan di bidang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAE).
Kasus tersebut selanjutnya ditangani oleh instansi berwenang untuk mendalami asal satwa, tujuan pengiriman, serta pihak yang bertanggung jawab atas kurungan yang ditemukan tanpa pemilik tersebut.
Keberhasilan penggagalan ini juga sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali untuk memperkuat pengawasan pada objek vital nasional dan jalur transportasi laut.
Sinergi TNI AL, BKSDA, kepolisian, KSOP, dan Pelindo diharapkan dapat mempersempit ruang penyelundupan serta perdagangan ilegal satwa liar melalui pelabuhan sekaligus mendukung perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
