TNI AL dan Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam di Kali Ijo Cilacap
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.58

Cilacap - Personel Pos TNI AL (Posal) Logending bersama Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban kecelakaan air di aliran Kali Ijo, Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, setelah sebelumnya melakukan pencarian intensif sejak Sabtu (30/4/2026). Korban bernama Nazril Hidayat (14) ditemukan pada Minggu (1/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di area pantai sejauh 1,5 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Peristiwa bermula saat korban dilaporkan tenggelam ketika berenang bersama rekannya di bawah jembatan Kali Ijo pada sore hari. Menindaklanjuti laporan warga, personel Posal Logending bersama unsur SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Cilacap, Damianus Denny Nixon Ogi, menegaskan bahwa keterlibatan TNI AL dalam operasi ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan. “Sinergitas bersama Tim SAR Gabungan menjadi wujud komitmen kemanusiaan dalam memberikan bantuan secara cepat dan maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Pada hari pertama operasi, pencarian belum membuahkan hasil akibat kondisi cuaca yang gelap serta derasnya arus sungai yang membahayakan keselamatan tim. Operasi kemudian dilanjutkan keesokan harinya dengan memperluas area pencarian hingga ke wilayah pesisir.
Salah satu anggota Tim SAR di lokasi menyebutkan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan operasi. “Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat untuk mempercepat proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” katanya.
Operasi ini mencerminkan pentingnya sinergi antara TNI AL, Tim SAR, dan masyarakat dalam penanganan kondisi darurat, khususnya di wilayah perairan yang rawan kecelakaan. Kabupaten Cilacap sendiri dikenal memiliki sejumlah aliran sungai dan wilayah pesisir dengan karakter arus yang cukup kuat, sehingga membutuhkan kewaspadaan tinggi dari masyarakat.
Dari sisi dampak, respons cepat aparat dinilai mampu meminimalkan risiko lanjutan serta memberikan kepastian bagi keluarga korban. Selain itu, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya edukasi keselamatan di area perairan, terutama bagi anak-anak dan remaja.
Ke depan, TNI AL bersama instansi terkait akan terus meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi dalam operasi SAR, sekaligus mendorong upaya preventif melalui sosialisasi keselamatan bagi masyarakat di wilayah pesisir dan aliran sungai.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
