TNI AL Gagalkan Penyelundupan Tanduk Rusa dan Senjata di Pelabuhan Ambon
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 14 Sep 2026, 12.19

AMBON — Personel Pengamanan PT Pelni dari Kodaeral IX Maluku bersama aparat terkait berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bagian tubuh satwa dilindungi serta sejumlah senjata di Pelabuhan Umum Yos Sudarso, Kota Ambon, Maluku, Sabtu (23/5/2026). Barang ilegal tersebut ditemukan saat pemeriksaan rutin penumpang KM Nggapulu yang akan berlayar menuju Bau-Bau, Sulawesi Tenggara.
Penggagalan bermula ketika tim gabungan melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang menggunakan mesin X-Ray di terminal pelabuhan. Petugas mendeteksi adanya benda mencurigakan dalam salah satu paket dan langsung melakukan pemeriksaan lanjutan secara manual.
Komandan Peleton Pengamanan PT Pelni Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Letda Laut (H) Ricko Aditya, mengatakan kewaspadaan petugas menjadi faktor utama keberhasilan pengungkapan tersebut.
“Keberhasilan ini berawal dari kewaspadaan tinggi petugas saat melakukan pemeriksaan rutin di terminal penumpang. Saat paket bawaan melewati mesin X-Ray, petugas mendeteksi adanya kejanggalan dan langsung melakukan pemeriksaan manual secara mendalam,” ujar Ricko.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan enam buah tanduk rusa yang diduga merupakan bagian tubuh satwa dilindungi. Selain itu, ditemukan pula dua senapan angin kaliber 4,5 mm dan sejumlah senjata tajam berbahaya berupa empat parang, satu samurai, tiga badik, serta satu kerambit.
“Sebagai tindakan lanjut di lapangan, seluruh barang bukti ilegal tersebut langsung disita oleh petugas untuk proses hukum dan penanganan lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Barang bukti berupa tanduk rusa kemudian diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Maluku guna proses identifikasi dan penanganan sesuai ketentuan konservasi satwa liar. Sementara itu, senapan angin dan berbagai senjata tajam diserahkan kepada Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.
Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Laut dalam memperkuat pengawasan wilayah pelabuhan dan jalur transportasi laut yang rawan dimanfaatkan untuk penyelundupan barang ilegal, termasuk perdagangan satwa liar dilindungi dan senjata berbahaya.
Pelabuhan Yos Sudarso Ambon diketahui menjadi salah satu jalur mobilitas penumpang dan distribusi logistik utama di kawasan Maluku yang menghubungkan berbagai daerah di Indonesia Timur. Karena itu, pengawasan rutin melalui pemeriksaan X-Ray dan patroli gabungan terus ditingkatkan guna mencegah tindak kriminal lintas wilayah.
Meski ditemukan upaya penyelundupan, kondisi operasional di dermaga Pelabuhan Yos Sudarso dilaporkan tetap aman dan terkendali. Tim gabungan memastikan pengawasan ketat akan terus dilakukan untuk menjamin keamanan penumpang serta mencegah keluar masuknya barang terlarang melalui jalur laut.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
