TNI Berhasil Bebaskan 4 WNI Korban Penculikan Bajak Laut di Perairan Gabon Setelah Dua Bulan Negosiasi
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 3 Sep 2026, 06.46

JAKARTA — Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Atase Pertahanan Republik Indonesia di Abuja berhasil membebaskan empat warga negara Indonesia (WNI) yang diculik kelompok bajak laut di perairan Ekwata, Gabon, kawasan Teluk Guinea. Pembebasan dilakukan pada Kamis (5/3/2026) pukul 22.05 waktu setempat setelah melalui proses negosiasi panjang sejak insiden penculikan yang terjadi pada Januari 2026. Keempat WNI tersebut merupakan anak buah kapal (ABK) kapal penangkap ikan yang sebelumnya disandera oleh kelompok pembajak laut.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigadir Jenderal TNI Aulia Dwi Nasrullah menyatakan bahwa proses pembebasan berhasil dilakukan setelah serangkaian komunikasi intensif antara berbagai pihak terkait. “Pembebasan para ABK tersebut terjadi setelah melalui proses negosiasi dengan para pembajak yang dilakukan cukup panjang hingga terjadi kesepakatan yang membuahkan hasil pada 3 Maret 2026 lalu,” ujar Aulia dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Sebanyak sembilan awak kapal dibebaskan dalam operasi tersebut, termasuk empat WNI yakni Abdul Ajis, Aditia Permana, Mohamad Fardan Mubarok, dan Eka Trenggana. Setelah dibebaskan, para korban langsung dipindahkan ke Lagos, Nigeria, untuk mendapatkan perlindungan dan pemeriksaan kesehatan.
Aulia menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia memastikan keselamatan para WNI dengan menempatkan mereka sementara di fasilitas yang aman. “Untuk sementara waktu, para ABK WNI tersebut ditempatkan di fasilitas penampungan yang aman di Lagos untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi fisik mereka pasca pembebasan,” kata dia.
Keberhasilan pembebasan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas negara dan lembaga. Proses negosiasi melibatkan Atase Pertahanan RI di Abuja, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abuja, Kedutaan Besar Tiongkok di Gabon, perusahaan pemilik kapal IB Fish, Atase Pertahanan Tiongkok di Abuja, serta Ketua Komunitas Tiongkok di Lagos.
Insiden penculikan ini bermula pada Sabtu (10/1/2026) ketika kelompok bajak laut menyerang kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) di perairan Ekwata, Gabon, wilayah Teluk Guinea yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat pembajakan laut tertinggi di dunia. Dari total 12 awak kapal, sembilan orang diculik oleh para pembajak, termasuk empat WNI.
Wilayah Teluk Guinea selama beberapa tahun terakhir menjadi perhatian komunitas internasional karena tingginya angka pembajakan dan penculikan awak kapal untuk tebusan. Data sejumlah lembaga keamanan maritim menunjukkan bahwa kawasan ini menyumbang sebagian besar kasus penculikan awak kapal secara global, terutama terhadap kapal perikanan dan kapal niaga yang melintas di perairan Afrika Barat.
Keberhasilan pembebasan para WNI tersebut dinilai penting bagi perlindungan pekerja migran sektor kelautan Indonesia yang bekerja di kapal asing. Upaya ini juga menunjukkan peran aktif pemerintah dalam memastikan keselamatan warga negara di luar negeri, khususnya di wilayah rawan konflik dan kejahatan maritim.
Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan TNI saat ini terus berkoordinasi untuk memastikan proses pemulangan para WNI ke Indonesia dapat segera dilakukan setelah seluruh pemeriksaan kesehatan dan administrasi selesai. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme perlindungan awak kapal Indonesia yang bekerja di wilayah berisiko tinggi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

TMMD Tasikmalaya Bangun Jalan, Lima Rumah, dan Lima Sumur Bor
TASIKMALAYA, 13 AGUSTUS 2026 — Program TNI Manunggal Membangun Desa ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya menyelesaikan pembangunan jalan, tembok penahan tanah, rehabilitasi rumah, dan sumur bor setelah berlangsung sel

Prajurit TNI AD Siaga Penuh Kawal Penanggulangan Bencana dan Keselamatan Warga
PONTIANAK, 26 AGUSTUS 2026 — Jajaran prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menyiagakan ribuan personel pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana di posko-posko terpadu guna memberikan pertolongan

Kemenko Polkam Perkokoh Sinergi TNI-Polri Jaga Stabilitas Keamanan dan Kedaulatan Nasional
JAKARTA, 26 AGUSTUS 2026 — Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia memperkokoh soliditas dan sinergi operasional antara jajaran Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Re
