TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung di Tanggamus, Perkuat Akses dan Ekonomi Desa
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 14 Sep 2026, 09.33

Tanggamus - Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama masyarakat bahu-membahu mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap III di Pekon Menggala, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (4/5/2026). Kegiatan pengumpulan material batu dari sungai dilakukan sebagai bagian dari proses penimbunan pondasi guna memastikan konstruksi jembatan kokoh dan tahan lama.
Di tengah medan yang cukup menantang, sinergi antara aparat TNI dan warga terlihat kuat dalam setiap tahapan pekerjaan. Batu-batu yang dikumpulkan langsung dari aliran sungai dimanfaatkan sebagai material utama untuk memperkuat struktur dasar jembatan.
Salah satu personel TNI di lokasi menyatakan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan. “Kegiatan ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam mendukung kemajuan desa,” ujarnya.
Warga setempat juga menyambut positif kegiatan tersebut. Salah seorang warga Pekon Menggala mengatakan bahwa kehadiran TNI sangat membantu meringankan pekerjaan yang cukup berat. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran TNI. Pekerjaan jadi lebih cepat dan kami merasa diperhatikan,” katanya.
Pembangunan jembatan gantung ini merupakan bagian dari upaya pemerataan infrastruktur di wilayah pedesaan, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi. Selama ini, masyarakat di Pekon Menggala harus menghadapi kendala mobilitas, terutama saat musim hujan ketika jalur alternatif sulit dilalui.
Secara historis, pembangunan infrastruktur berbasis gotong royong yang melibatkan TNI telah menjadi bagian dari program pembinaan teritorial, seperti melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Program ini bertujuan mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dari sisi dampak, keberadaan jembatan gantung ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, akses yang lebih baik juga akan memudahkan masyarakat dalam menjangkau layanan pendidikan dan kesehatan.
Ke depan, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap III ditargetkan selesai sesuai rencana dengan tetap mengedepankan kerja sama antara TNI dan masyarakat. Pemerintah daerah bersama TNI akan terus memantau progres pembangunan guna memastikan kualitas konstruksi serta manfaat jangka panjang bagi warga sekitar.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
