TNI Kerahkan Pasukan Tangani Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.57

Sulawesi Utara — Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak cepat mengerahkan prajurit pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis, 2 April 2026. Melalui jajaran Kodam XIII/Merdeka, bantuan difokuskan pada evakuasi korban, penanganan kerusakan, serta pemulihan kondisi masyarakat di sejumlah daerah terdampak, khususnya Kota Manado dan Kota Bitung.
Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P., menyatakan pengerahan personel dilakukan segera setelah gempa terjadi untuk mempercepat penanganan darurat. “Kami telah mengerahkan personel di wilayah terdampak untuk membantu proses penanganan pasca gempa. Mulai dari evakuasi, pembersihan, hingga pendataan kerusakan dilaksanakan secara terpadu,” ujar Mirza dalam keterangan resminya.
Di Kota Manado, satu Satuan Setingkat Peleton (SST) gabungan dari Korem 131/Santiago bersama Kodim 1309/Manado diterjunkan untuk melakukan evakuasi korban serta pembersihan puing bangunan, termasuk di sekitar Gedung GOR KONI Sario. Personel juga membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Sementara itu di Kota Bitung, satu SST dari Kodim 1310/Bitung bersama personel Yonif TP 916/BS difokuskan pada penanganan rumah rusak berat dan pemberian imbauan kepada masyarakat, terutama setelah muncul gelombang tsunami kecil di wilayah pesisir Lembeh dan Kasawari. “Prajurit kami juga aktif mengingatkan warga agar tetap tenang namun waspada serta mengikuti arahan pemerintah dan informasi resmi,” kata Mirza.
Di wilayah Minahasa dan Minahasa Tenggara, jajaran Kodim 1302/Minahasa turut mengerahkan masing-masing satu SST untuk membantu warga terdampak sekaligus melakukan pemantauan situasi guna mengantisipasi gempa susulan.
Gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang kawasan Sulawesi Utara merupakan salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di wilayah tersebut. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kawasan Sulawesi berada di jalur cincin api Pasifik (ring of fire) yang rawan aktivitas seismik tinggi, sehingga potensi gempa besar dan tsunami selalu menjadi ancaman.
Dampak gempa kali ini dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik dan permukiman warga, serta memicu kepanikan masyarakat. Respons cepat aparat dinilai krusial untuk menekan risiko korban jiwa dan mempercepat pemulihan.
Dari sisi sosial, kehadiran TNI di lapangan memberikan rasa aman bagi masyarakat terdampak sekaligus membantu percepatan distribusi bantuan. Namun demikian, pemulihan jangka panjang masih menghadapi tantangan, terutama terkait perbaikan infrastruktur, pemulihan ekonomi lokal, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana susulan.
Hingga saat ini, situasi di wilayah terdampak dilaporkan berangsur kondusif dan aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan normal. Pemerintah daerah bersama TNI dan instansi terkait akan terus melakukan pendataan kerusakan, penyaluran bantuan, serta menyusun langkah rehabilitasi dan rekonstruksi guna mempercepat pemulihan pascabencana.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
