Toyota Ungkap Alasan Tak Penuhi Pengadaan Pick Up untuk Koperasi Merah Putih
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 22 Agu 2026, 10.38

Jakarta – Produsen otomotif Toyota akhirnya memberikan penjelasan terkait pengadaan kendaraan pick up untuk program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Salah satu alasan utama perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan tersebut adalah ketidakcocokan harga dengan anggaran program.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan sejumlah produsen kendaraan yang memiliki pabrik di Indonesia, termasuk Toyota, untuk menyediakan kendaraan operasional bagi koperasi desa.
Namun, beberapa produsen belum dapat menyanggupi permintaan tersebut karena berbagai pertimbangan, terutama terkait harga kendaraan dan kapasitas produksi.
“Yang menjadi isu utama adalah kami membeli dalam jumlah besar. Kami menawarkan pembelian secara bulk agar mendapatkan harga lebih ekonomis sehingga sesuai dengan anggaran yang tersedia,” ujar Joao.
Toyota Akui Harga Jadi Kendala
Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Jap Ernando Demily, mengonfirmasi bahwa pihak Toyota memang sempat berdiskusi dengan Agrinas mengenai pengadaan kendaraan pick up untuk program tersebut.
Namun, menurutnya, kesepakatan tidak tercapai karena perbedaan harga kendaraan yang ditawarkan dengan harga yang diharapkan oleh pihak pembeli.
“Kenapa akhirnya kita tidak bisa memenuhi, salah satunya karena jenis kendaraan dan harga yang tidak cocok,” kata Ernando kepada media di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa untuk kapasitas produksi sebenarnya masih dapat didiskusikan secara bertahap apabila kesepakatan harga dapat tercapai.
Harga Pick Up 4x4 Toyota Dinilai Tinggi
Ernando menjelaskan bahwa harga kendaraan pick up 4x4 di Indonesia relatif tinggi karena dipengaruhi oleh struktur biaya dan pajak kendaraan.
Sebagai contoh, Toyota Hilux Double Cabin saat ini memiliki harga sekitar Rp456 juta. Harga tersebut mencakup berbagai komponen biaya seperti harga kendaraan dasar, pajak barang mewah, serta biaya balik nama kendaraan.
“Dalam harga On The Road ada banyak komponen seperti harga kendaraan, luxury tax, BBN, dan lainnya. Pick up 4x4 di Indonesia pajaknya cukup tinggi,” jelasnya.
Program Logistik Koperasi Desa
Pengadaan kendaraan pick up merupakan bagian dari dukungan logistik bagi program Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan memperkuat distribusi barang dan aktivitas ekonomi desa.
Kendaraan operasional tersebut direncanakan digunakan untuk mendukung distribusi logistik koperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Bank Mandiri Klarifikasi Pemblokiran Rekening AMPB Tegaskan Kepatuhan Prosedur Hukum dan Layanan Nasabah
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pemblokiran rekening milik koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M
