Wamenko Polkam Tinjau Hunian Tetap di Aceh Utara, Pastikan Pemulihan Pascabanjir Berjalan Optimal
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 27 Jul 2026, 12.03

ACEH UTARA — Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Letjen TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus meninjau langsung progres pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir di Desa Kuala Cangkoy, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (25/2/2026).
Sebanyak 106 bangunan tengah dibangun di lokasi tersebut, terdiri atas 104 unit hunian tetap, satu masjid, dan satu balai pertemuan. Program ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk memastikan warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan produktif.
“Kita bekerja untuk masyarakat Aceh Utara yang terkena musibah. Tidak hanya diberikan hunian tetap, tetapi juga memastikan kehidupan mereka, termasuk sebagai nelayan, bisa kembali normal,” ujar Lodewijk saat meninjau lokasi.
Ia menegaskan kehadiran pemerintah bukan hanya pada tahap tanggap darurat, tetapi juga dalam memastikan keberlanjutan pemulihan hingga masyarakat benar-benar pulih. Menurutnya, penyediaan hunian tetap, masjid, dan balai desa menjadi langkah strategis dalam memutus mata rantai kerentanan akibat bencana.
“Negara harus memastikan masyarakat dapat kembali hidup secara bermartabat dan produktif. Ini simbol komitmen negara dalam melindungi rakyatnya,” tegasnya.
Lodewijk juga mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk melaksanakan pembangunan dengan tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme. Ia berharap program ini dapat menjadi contoh praktik baik dalam penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di daerah lain.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenko Polkam didampingi Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan serta Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Mayjen TNI Heri Wiranto.
Sementara itu, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenko Polkam dalam pembangunan huntap bagi warga terdampak banjir. Pihaknya juga menyatakan kesiapan membantu proses pembangunan dan penghijauan kawasan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
Program pembangunan ini diharapkan tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial serta menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat Aceh Utara pascabencana.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
